18 Kecamatan dapat Alokasi 45 M untuk Perbaiki Jalan Rusak

Ahmad Zaini

Sidoarjo, Bhirawa
Sekretaris Daerah Kab Sidoarjo, Drs Ahmad Zaini MM, mengutarakan dirinya merasa optimis 18 kecamatan di Kab Sidoarjo pada tahun 2021 ini akan mampu melaksanakan perbaikan jalan rusak di wilayahnya masing-masing, dengan skema PIWK atau Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan.

Secara teknis, jajaran di 18 Kecamatan tersebut, menurut Ahmad Zaini, sudah mendapatkan pembelajaran dari OPD teknis yaitu Dinas PUBM dan SDA Kab Sidoarjo. Meliputi pengidentifikasian kerusakan jalan, tata cara perbaikan, volume biayanya dan sebagainya.

“Pada awal-awal Januari 2021, jajaran di 18 kecamatan sudah mendapatkan pembelajaran itu dari OPD terkait,” kata Zaini, Rabu (3/2) kemarin.

Dikatakan mantan Kepala Bappeda Kab Sidoarjo tersebut, meski perbaikan jalan rusak di wilayah kecamatan akan diserahkan pada wilayah kecamatan, namun kerusakan ini hanya sampai 11% dari keseluruhan ruas jalan yang ada.

“Kan tidak susah,” lanjut Zaini.

Karena itu dirinya minta kepada para Camat untuk peka dan komitmen dengan skema perbaikan jalan semacam ini. Skema ini dilakukan sebagai upaya gerak cepat dalam memperbaiki kerusakan jalan yang ada. Sehingga kerusakannnya tidak sampai meluas.

Untuk skema PIWK ini, dikatakan Zaini, tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kab Sidoarjo mengalokasikan sebesar Rp45 miliar. Peruntukan untuk tiap-tiap kecamatan nilainya berbeda-beda.

Diantaranya diukur dari tingkat potensial kerusakan jalannya dan intensitas kerusakannya dalam tiap tahunnya.

“Aspek-aspek pemetaan itu sudah kami rumuskan dan petakan. Sehingga anggaran untuk tiap kecamatan nilainya berbeda-beda,” lanjut Zaini.

Kalau dalam tahun anggaran ini ternyata jumlah alokasi anggarannya yang Rp45 miliar itu dinilai masih kurang, maka bisa jadi dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) pertengahan tahun 2021, dananya akan ditambahi lagi.

“Pada akhir tahun tentunya akan ada evaluasi, supaya kita bisa tahu kendala dan kekurangannya apa, sehingga pada pelaksanaan di tahun berikutnya bisa menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan publik terkait perbaikan jalan rusak ini,” paparnya.

Selain bisa dimanfaat untuk segera memperbaiki jalan yang rusak di wilayah kecamatan, dana PIWK ini, kata Zaini, juga bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki sarana-sarana publik lainnya. Salah satu misalnya untuk pengerukan sampah di sungai.

Data yang sempat didapat, untuk skema PIWK ini di Kec Sedati dapat alokasi sebesar Rp1.8 miliar, di Kec Sukodono Rp3.2 miliar. (kus)

Tags: