19 Jemaah Haji Probolinggo Belum Kembali

Keluarga korban mulai mengelar tahlilan.

Keluarga korban mulai mengelar tahlilan.

Probolinggo, Bhirawa
Hingga tiga hari paska lemar juroh yang mengakibatkan tragedi Mina masih belum ada informasi resmi terkait jumlah haji asal Probolinggo, yang menjadi korban tragedi Mina, pada Senin (28/9). Sementara pihak Kementrian Agama Kabupaten Probolinggo, terus mengupdate informasi dari para pendamping jamaah haji, khususnya di kloter 48. Duka keluarga Korban Mina, terus bertambah dari 3 orang menjadi 6 orang meninggal dunia dan 19 orang lainnya belum kembali ke maktab. Bahkan keluarga korban sudah menggelar tahlilan dan merelakan kepergian para korban.
Selain Hamid Atwi Tarji Rofia (50) Warga Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Niro Sahi Astro Warga Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar  kabupaten Probolinggo dan Abdul Karim (52) Warga Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Kini bertambah tiga korban lagi dari kabupaten Probolinggo yakni pasangan suami istri (Pasutri) Abdul Halim dan Mujayyana, Warga desa Liprak Kulon Kecamatan Banyuanyar serta Tasmudji Agung
Berdarsar infomasi dari Saiful, salah satu pendamping haji dari PT.Safara, Senin 28;9 melalui yelepon selulernya saat ini ada 19 jamaah haji kloter 48 Embarkasi Surabaya, hilang kontak dan belum kembali ke maktab di Mina.
Saiful, mengaku sembilan belas jamaah haji tersebut diantaranya, 1 jamaah dari Kecamatan Krejengan, 1 jamaah dari Kecamatan Pakuniran, 1 jamaah dari Kecamatan Kraksaan, 1 jamaah dari Kecamatan Besuk, 3 jamaah dari Kecamatan Banyuanyar. Sedangkan 2 tim medis kloter 48 belum jelas nama dan alamatnya, serta beberapa yang lainnya.
Sementara menurut Atok Ilah, PLT Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, hingga kini pihaknya belum mengetahui pasti keberadaan 19 jamaah haji yang hilang kontak tersebut, apakah mendapatkan perawatan di rumah sakit Arab Saudi, tersesat atau justru menjadi korban tragedi Mina, masih belum jelas.
Pihak Kemenag yang berada di tanah suci mengaku kesulitan untuk mencari informasi ke rumah sakit – rumah sakit yang merawat para korban insiden Mina. “Informasi dari pembimbing jamaah haji kloter 48, masih 19 orang masih hilang kontak,” ujar Atok.
Diharapkan pemerintah Arab Saudi, segera mempercepat proses identifikasi para korban, agar keluarga korban tidak dihantui kecemasan. Karena sampai saat ini banyak keluarga korban utamanya di Kabupaten Probolinggo, menanti kepastian dari pihak Pemerintah.
Secara langsung kami sudah menghubungi keluarga korban sore tadi,”kata Kasi haji Kemnag Kabupaten Probolinggo, Muhlason.
Setelah Kemenag Kabupaten Probolinggo, memastikan kalu Nero Sahi Astro (57), asal Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, meninggal di tragedi Mina. Akhirnya dirumah duka digelar tahlil hari pertama, Minggu 27/9 malam.
Pihak keluarga Nero, Haryono, keponakan korban. mengatakan, keluarga menggelar tahlil, setelah mendapat kabar dan release dari Kemenag RI, dan informasi dari Kemenag Kabupaten Probolinggo, kalau Nero, memang sudah meninggal. Bahkan sudah dikebumikan di Mekkah, pada Minggu siang.
Kami menggelar tahlilan bersama warga pada hari pertama, karena pak Nero, sudah dinyatakan meninggal, dan sudah dikebumikan di Mekkah. Sedangkan kabar dari Kemenag Kabupaten Probolinggo, sudah menyampaikan kepada kami,”tuturnya.
Pihaak keluarga, sudah menerima dan ikhlas atas kepergian korban, tidak ragu lagi untuk gelar tahlilan yang sejak kemarin di rundung keraguan atas nasib korban.
Sementara itu, 4 keluarga dan kerabat korban yang semuanya berasal dari Probolinggo, serentak menggelar doa dan tahlil di hari pertama, pasca direlease resmi dari Kemenag.
Indah, putri Nero yang menjadi korban tragedi Mina, asal Desa Talkandang, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Mengaku dikirim foto dari teman ayahnya via ponsel soal kondisi terakhir ayahnya. Tapi saya belum yakin saat itu di foto itu adalah ayah.
Saya dan keluarganya mengaku khawatir atas kabar tersebut. Kami ingin ada kepastian soal nasib ayahnya dari pemerintah, apakah masih selamat atau sudah meninggal. “Jika sudah tiada, kami menata hati dan mengikhlaskan. Untuk ibu yang di sana, semoga baik-baik saja, dengan relis dari kemenag Probolinggo maka kami yakin ayah sudah meninggal,” katanya.
Sementara ini kepala PT Safara, Saiful, di Mekkah, selama melakukan identifikasi terhadap jamaah yang diberangkatkan Safara khusus Kota dan Kabupaten Probolinggo, sudah hampir 90 persen jemaah yang kembali ke maktab,”kata Sri Ayundari, selaku perwakilan dari kepala PT.Safara, di Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Senin (28/9). [wap]

Tags: