2014, Pemprov Hanya Dapat Jatah 168 Formasi CPNS

Dr H Akmal Boedianto MSi

Dr H Akmal Boedianto MSi

Pemprov, Bhirawa
Keinginan Pemprov Jatim supaya mendapat jatah lebih banyak dalam formasi rekrutmen CPNS 2014 harus bertepuk sebelah tangan. Sebab Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) hanya memberi jatah 168 formasi CPNS pada tahun ini.
Jumlah ini tentunya jauh lebih sedikit dibanding rekrutmen CPNS 2013 lalu, yang kala itu Pemprov Jatim mendapat jatah mencapai 585 formasi, meski dalam kenyataannya hanya terisi 559 CPNS karena berbagai hal. Meski begitu, pemprov akan tetap mempergunakan jatah formasi tersebut sebaik mungkin dengan memilih formasi penting mana yang harus diisi.
“Setelah ini, kami akan rapat bersama dengan kabupaten/kota untuk membahas rekrutmen CPNS tahun ini. Mungkin Kamis mendatang, kami akan rapat bersama,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim Dr H Akmal Boedianto MSi, Selasa (1/7).
Selain pemprov, kata Akmal, kabupaten/kota di Jatim juga mendapatkan kesempatan sama untuk menggelar rekrutmen CPNS. Namun tak semua kabupaten/kota tersebut diizinkan untuk menggelar rekrutmen.
Dari 38 kabupaten/kota yang tidak dapat jatah rekrutmen CPNS yakni, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jember, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Kediri dan Kota Batu.
“Untuk jumlah formasi masing-masing kabupaten/kota saya tidak tahu. Sebab kami tidak diberi tahu oleh Kemenpan. Nanti baru tahu setelah kami mengadakan rapat bersama pada Kamis mendatang. Tapi Sidoarjo kemarin melaporkan ke kita katanya dapat jatah 91 formasi,” ungkapnya.
Dalam rekrutmen tahun ini, ada beberapa hal yang berbeda dibanding rekrutmen tahun lalu. Yakni, dialokasikannya lima persen untuk lintas disiplin ilmu. Maksudnya, ada formasi yang boleh didaftar oleh pelamar dari semua jenis disiplin ilmu.
“Contohnya, formasi auditor atau perencana itu boleh dilamar dari semua disiplin ilmu. Tak hanya melulu pada disiplin ilmu tertentu. Yang penting kuotanya tak lebih lima persen. Kalau dulu kan tidak boleh. Pelamar harus sesuai dengan disiplin ilmunya,” ungkap Akmal.
Namun lanjutnya, ada formasi yang harus sesuai disiplin ilmu seperti formasi kesehatan atau tenaga teknis. “Masak formasi perawat mau diisi sarjana hukum, kan tidak mungkin. Jadi formasi yang ada kuota lima persennya yang bersifat tidak teknis,” jelasnya.
Perbedaan lain dalam pelaksanaan rekrutmen tahun ini adalah, ditiadakannya persyaratan administrasi seperti SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), kartu kuning dan surat keterangan sehat. Saat registrasi awal yang diperlukan hanya nama lengkap, NIK dan alamat e-mail.
Untuk materi tes, semua sama pada tahun lalu yaitu  terdiri dari Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). Untuk materi TKD meliputi tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, dan tes karakteristik pribadi.
Sementara pelaksanaan seleksi CPNS 2014 sama seperti tahun lalu yakni menggunakan CAT (Computer Assisted Test). “Untuk pemprov, mungkin pelaksanaan tes rekrutmen CPNS dilakukan sekitar Agustus hingga September mendatang,” ujar Akmal. [iib]

Tags: