2021, Disbun Programkan Sakera Tembakau

Pemprov Jatim, Bhirawa
Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur memiliki tiga inovasi pada tahun ini, diantaranya Sakera Tembakau. Program inovasi ini didasari karena adanya permasalahan terkait produksi dan harga antara pabrikan dan petani yang selalu terjadi tiap tahunnya.

Di inovasi terdapat tiga pola kemitraan yang dipersiapkan, pertama kemitraan kerjasama pasar (tembakau dari petani langsung ke pabrik rokok), kedua kemitraan kewajiban ( para pihak perusahaan atau lembaga memfasilitasi pembibitan, penanaman, dan panen).

Dan ketiga, non kemitraan atau penjualan bebas yang berkonsep petani menjual ke pedagang kecil atau pengumpul, selanjutnya diteruskan ke pabrik rokok. “Inovasi ini mensinergikan semuanya agar ada jaminan pasa rdan mengikuri produksi serta kualitas yang ditentukan bersama,” kata Kepala Disbun Jatim, Karyadi.

Untuk replikasi inovasi sakera tembakau ini, lanjutnya, direncanakan untuk ditempatkan di sentra sentra tenbakau, seperti kepulauan Madura, Jember, Bojonegoro, Bondowoso, dan Situbondo.

“Perlu juga kesiapan di daerah,” ujarnya.

Untuk tanaman tembakau sendiri, kata Karyadi, musim tanam biasanya mulai pada bulan Juni. “Dibulan ini, kami akan mengumpulkan pabrikan dan petani, membahas kebutuhan dan pembinaan secara bersama sama. Dipertemuan itu, kami provinsi juga siap dengan bantuan pupuk untuk mendukung produksi tembakau,” ujarnya.

Hingga kini, Dinas Perkebunan Jatim juga mencatat kalau produksi tembakau di Jawa Timur masi yang tertinggi dibandingkan produksi nasional. Tahun lalu, saja di Jatim untuk produksi tembakau sebanyak 115.800 ton.

“Untuk target tahun ini, kembali lagi biasanya kebutuhan tembakau berada di masing masing pabrikan dikonversi dengan areal tembakau yang ada di petani. Sehingga menghindari lelebihan di pasar, untuk tembakau kemudian sinkronkan kebutuhan pabrikan dan petani,” ujarnya lagi, [rac]

Tags: