22 Sekolah Sambut Gembira Wisata Edukasi Gagasan Disparbud Lamongan

Anak-anak belajar dengan riang gembira bersama Bupati Yuhronur Efendi. [alimun hakim]

Lamongan, Bhirawa
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan gelar wisata edukasi bersama 22 sekolah ke 6 titik lokasi wisata edukasi.

Pendopo Lokatantra sebagai titik awal kumpul kegiatan rutin tahunan ini yang memiliki tujuan untuk membentuk dan membekali generasi muda dengan wawasan potensi lokal.

Sebab, dengan mengantongi wawasan tersebut nantinya akan mendukung generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan kedepan.

“Wisata edukasi merupakan pembelajaran secara rekreatif, diyakini lebih efektif diserap oleh anak-anak. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki banyak sekali wisata edukasi yang berisi wawasan tentang sejarah Lamongan. Generasi muda harus paham tentang itu, agar rasa cinta terhadap Kabupaten Lamongan dapat mendorong mereka dalam berkontribusi dalam pembangunan daerah dimasa depan,” tutur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi kepada siswa-siswi Lamongan, Selasa (28/11).

Pak Yes memberikan wawasan tentang fungsi Pendopo dalam pemerintahan. Yakni sebagai pusat pelaksanaan kegiatan pemerintah di Kabupaten Lamongan.

“Kalian sekarang berada di tempat sebagai pusat pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Lamongan yakni pendopo. Disekitar sini ada Masjid Agung, disana terdapat gentong bersejarah dalam kisah Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi saat menemui Panji Laras dan Panji Liris,” terang Pak Yes.

Dijelaskan oleh Kepala Disparbud Kabupaten Lamongan Siti Rubikah, kegiatan ini diikuti 22 sekolah atau 600 anak dari TK dan SD (200 anak perharinya) yang dilaksanakan selama 3 hari kedepan.

Wisata edukasi menuju beberapa titik, yang dimulai dari Pendopo Lokatantra, cagar budaya di Masjid Agung Lamongan dan Toren di Alun-alun Lamongan, Polres Lamongan, Kejaksaan Lamongan, dan Musem Sunan Drajat yang berada di Kecamatan Paciran.

Salah satu siswa dari SD Pangkatrejo Fikar mengaku antusias mengikuti wisata edukasi ini. Karena bersama teman-temannya bisa menjelajah Lamongan serta mendapat wawasan sejarah didalamnya.

Hingga pada hari kedua wisata edukasi ini juga masih mendapat respon yang tinggi dari ratusan siswa.

Antusisme tersebut diungkapkan salah siswa asal SDN Beru, Atta. Dia mengaku sangat senang bisa mengikuti wisata edukasi untuk pertama kalinya.

“Sangat senang, karena dapat hadiah, gratis, tahu sejarah Lamongan, tadi berangkat jam 6 diantar orang tua di Alun-Alun,” ucapnya.

Saat diatanya dari keenam tempat edukasi, siswa kelas 5 tersebut mengaku paling antusias akan mengunjungi Polres Lamongan. “Semua tempat senang, senang semuanya, tapi paling seneng ke Polres bisa ketemu polisi,” katanya.

Sependapat dengan hal tersebut, Afika Cahya (10 tahun) Siswi SDN Canggah juga merasa senang.

“Pertama kalinya ikut, senang bisa ikut, dari semua tempat paling seneng nanti ke Masjid bisa lihat gentong, semuanya,” ungkap siswa yang duduk dibangku 4 SD.

Pendamping siswa SDN 1 Sukomulyo Mukharomah Isnaini mengatakan, kegiatan tersebut dapat memberikan dampak posotif bagi anak-anak sekaligus mempermudah proses belajar tentang sejarah.

“Meskipun kita asinya dari Lamongan belum tentu mengetahui situs-situs yang ada, karena jarang juga ada orang tua yang sadar akan sejarah, ini memberikan kemudahan bagi kami juga untuk menambah wawasan anak,” ungkapnya.

Wali kelas 5 SDN 1 Sukomulyo tersebut berharap, siswa-siswinya dapat belajar dengan senang dan bertambah wawasannya, sekaligus rasa kecintaan terhadap Lamongan.

“Semoga nanti anak-anak wawasan bertambah, semakin cinta kepada Lamongan, dan semoga berjalan terus dari waktu ke waktu kegiatan ini. Sehingga banyak anak Lamongan yang bisa lebih banyak yang tau akan sejarah Lamongan,” pungkasnya. [aha.yit.why]

Tags: