3.790 Personel Polrestabes Amankan Unras Omnibus Law

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo dan pejabat utama Polrestabes Surabaya saat pengamanan aksi unras Omnibus Lawa beberapa waktu lalu.

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Polrestabes Surabaya menyiapkan 3.790 personel pengamanan aksi unjuk (Unras) rasa terkait Omnibus Law. Unras yang rencananya dilakukan oleh massa Gerakan Tolak Omnibus Law di Surabaya pada Selasa (20/10) ini diperkirakan diikuti ribuan massa.
Rencananya unras akan difokuskan pada tiga titik di Surabaya. Yaitu di Kantor DPRD Jatim Jalan Indrapura, Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan dan Gedung Negara Grahadi Surabaya di Jalan Gubernur Suryo. Bahkan kegiatan tersebut digadang-gadang digelar dibeberapa daerah di Jatim.
Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Akp M Akhyar mengatakan, kurang lebih 3.790 personel disiagakan dalam pengamanan aksi unras. Selain fokus pengamanan ditiga titik, sambung Akhyar, ribuan personel ini ditempatkan juga pada titik-titik yang dianggap rawan di Kota Surabaya.
“Yang utama di Gedung Negara Grahadi, Kantor Gubernur, Kantor DPRD Jatim. Kita (personel, red) juga siaga di titik kumpul Cito, KBS, Bumi Surabaya, Delta plaza, Sier Rungkut, Rumo Kalisari, Pergudangan Margomulyo dan Karangpilang,” kata AKP Muhammad Akhyar, Senin (20/10).
Selain pengamanan obyek vital. Polrestabes Surabaya juga mengantisipasi adanya kepadatan lalu lintas di Kota Surabaya. Bahkan Satlantas Polrestabes Surabaya akan melakukan rekayasa untuk mengurai kemacetan. Dan rekayasa lalu lintas itu akan dilakukan secara situasional.
“Rencana bertindak kami sudah susun. Tapi itu nanti dilakukan secara situasional. Kalau memang macet parah baru akan dilakukan rekayasa lalin di jalan-jalan alternatif penyangga jalan utama. Kita lihat dulu titiknya yang macet dimana nanti,” jelas Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra.
Alumnus AKPOL 2002 itu menambahakn, pihaknya tetap mengupayakan akses lalu lintas untuk masyarakat yang melakukan aktivitas seperti biasanya besok. Sehingga aksi unras ini tidak berdampak pada aktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi Kota Surabaya.
“Diupayakan tetap ada akses untuk pengguna jalan lainnya. Tapi liat situasi, kalau banyak penyumbatan (macet) kita alihkan arus,” pungkasnya. [bed]

Tags: