31 CCTV e-TLE di Kota Surabaya Rekam Pelanggaran 24 Jam

CCTV dengan program Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) selain rekam pelanggaran juga untuk memantau kecelakaan lalu lintas.

Polda Jatim, Bhirawa
Polda Jatim mengencarkan penekanan angka kecelakaan lalu lintas di Jatim, khususnya di Kota Surabaya. Di antaranya melalui penindakan tilang elektronik berdasarkan CCTV dengan program Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) yang diresmikan pada Kamis (16/1) lalu.
Program yang diresmikan langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan bersama Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono itu telah berjalan selama satu bulan. Bahkan selama satu bulan, data RTMC Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim mencatat sebanyak 6.035 pelanggaran yang dilakukan masyarakat.
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan mengatakan, selama satu bulan total sebanyak 6.035 pelanggaran. Namun dari jumlah pelanggaran itu, yang dilakukan penindakan baru sebanyak 2.578 pelanggar. Dengan profesi yang sering melanggar, pertama yakni pekerja swasta berjumlah 758 orang. Dan kedua adalah mahasiswa dengan jumlah 435 orang.
“Saat launching jumlah CCTV ada 20 (dua puluh) dan 5 (lima) camera speed gun. Sekarang bertambah lima lagi, dan total ada 31 CCTV yang bisa melakukan penegakkan hukum secara E-TLE selama 24 jam,” kata kata Kombes Pol Budi Indra Dermawan, Rabu (19/2).
Budi menjelaskan, dari data pelanggaran yang terbanyak adalah menerobos lampu merah atau traffic light. Dengan lumlahmencapai 3.285 pelanggar dan yang dilakukan penindakan tilang sebanyak 1.482 pelanggar.
Pelanggaran terbanyak kedua, sambung Budi, yaitu melanggar marka atau rambu sebanyak 1.712 pelanggar dan dikeluarkan tilang sebanyak 782 pelanggar. Ketiga adalah pelanggaran batas kecepatan sebanyak 268 dan dilakukan tilang pada 113 pelanggar. “Pelanggaran yang banyak terekam CCTV E-TLE yakni di Jalan A Yani. Tapi nanti titiknya berubah-rubah terus,” jelas Budi.
Pelanggaran keempat, lanjut Budi, yakni penggunaan sabuk keselamatan sebanyak 427 pelanggar dengan pendindakan tilang sebanyak 105 pelanggar. Selanjutnya pelanggaran kelima, pengendara menggunakan ponsel tercatat 96 pelanggar namun tidak dikeluarkan tilang. Terakhir adalah pengendara tak gunakan helm sebanyak 202 dan dilakukan tilang sebangak 96 pelanggar.
Budi menambahkan, dari total pelanggaran yang belum dilakukan penindakan pelanggaran dengan tilang tercatat ada 3.457 pelanggar. “Dari jumlah itu, tercatat 536 pelanggar yang tidak melakukan konfirmasi, 651 surat konfirmasi dalam proses kirim, 1.553 plat nomer selain L dan W, serta 717 surat konfirmasi yang kembali,” bebernya.
Masih kata Budi, dari 717 surat konfirmasi yang kembali disebabkan beberapa hal. Di antaranya, alamat yang tidak lengkap sebanyak 237 pelanggaran, rumah kosong 318 pelanggaran, dan pindah tanpa kabar 162 pelanggaran. “Nantinya akan terus kita lakukan evaluasi terhadap pelaksanaan E-TLE. Karena dengan E-TLE tingkat kesadaran masyarakat sudah tinggi,” pungkasnya.[bed]

Tags: