Dewan Minta Kasus Pedofil Jadi Perhatian Pemkab Tulungagung

Asrori

Tulungagung, Bhirawa
Bermunculannya kasus pedofil atau kekerasan seksual yang menyasar pada anak-anak dibawah umur di Kabupaten Tulungagung belakangan ini membuat Komisi C DPRD Tulungagung prihatin.
Mereka meminta Pemkab Tulungagung utamanya Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tulungagung untuk lebih perhatian terhadap kasus tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Asrori, Selasa (28/1), menyatakan sudah menjadi tugas dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tulungagung untuk mencari solusi agar kasus pedofil tidak terjadi lagi di Tulungagung.
“Dinas harus mencari solusi dalam kasus ini. Jangan sampai terus berkembang,” ujarnya. Maraknya kasus pedofil di Kabupaten Tulungagung, lanjut dia, membuat kesan jelek pada masyarakat Kota Marmer. Apalagi pemberitaan kasus tersebut sampai menyebar kemana-mana dan sampai pula pada Pemerintah Pusat.
“Karena itu perlu ada penggiatan kembali yang telah dilakukan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tulungagung. Seperti kembali giat melakukan penyuluhan-penyuluhan,” paparnya.
Asrori menyebut Komisi C DPRD Tulungagung akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tulungagung terkait kasus pedofil tersebut. “Ini agar tidak terjadi lagi dan tidak terus berulang,” tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, juga prihatin dengan kasus pedofil di Kabupaten Tulungagung. Apalagi dalam setahun terakhir sudah ada lima kasus dengan belasan korban yang rata-rata anak berusia sekolah menengah dan putus sekolah.
“Kasus ini sangat memprihatinkan. Merupakan tanggungjawab kita bersama mengingat korban-korbannya adalah anak dan merupakan generasi kita,” ujarnya.
Bupati Maryoto menegaskan akan melakukan berbagai upaya agar anak-anak-anak Tulungagung terlindungi. Termasuk menggerakkan semua elemen masyarakat dan pemerintah.
“Ini memang masalah sosial kita. Karena itu, saya akan kerahkan Dinas Sosial, Bagian Kesra serta kerjasama dengan Kepolisian dan BNN,” paparnya.
Ia pun menyebut akan menggandeng ULT PSAI dan lembaga penanggulangan HIV/AIDS dalam merumuskan formula perlindungan anak. [wed]

Tags: