33 Buruh di PHK, FSPMI Luruk Kantor IKSG Tuban

Para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tuban saat Ngeluruk di Kantor PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) Tuban.

Tuban, Bhirawa
Lebih dari seribu buruh metal yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tuban Ngeluruk Kantor PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) Tuban. Kedatangan pendemo itu langsung melumpuhkan jalur dari Pelabuhan Khusus (Pelsus) ke pabrik Semen Indonesia Pabrik Tuban, Senin (15/8).

Para buruh yang datang menggunakan kendaran roda dua ini langsung diparkir di tengah jalur produksi semen. Sehingga truk muatan bahan baku semen akhirnya tidak dapat lewat menunggu aksi demo anggota FSPMI di IKSG ini usai.

Duraji, Ketua FSPMI Tuban dalam orasinya, menyemangati anggotanya untuk kompak dan tetap dalam satu komando. Ia meminta jangan ada satupun anggota yang berkhianat dalam memperjuangkan 33 buruh yang di PHK.

“Terdapat lima tuntutan kami hari ini, diantaranya meminta PT Swabina Gatra mempekerjakan kembali 33 buruh yang di PHK,” kata Duraji.

Kepada IKSG, buruh meminta menunjukkan bukti bahwa perusahaan kemasan ini mengalami kerugian selama dua tahun. Dalam aksi di IKSG, terjadi ricuh diduga ada dua buruh yang dibawa masuk ke dalam perusahaan oleh pihak yang belum diketahui.

Duraji meminta kepada pihak yang membawa anggotanya untuk mengembalikan. Apabila tidak, maka ia mengancam akan melumpuhkan jalur Pantura Tuban seperti terjadi pada demo sebelumnya.

Zulaikah, salah satu korban PKH saat dikonfirmasi juga mengungkapkan, kalau alasan efisiensi pekerjaan dinilai tidak masuk akal. Selama pandemi Covid-19 dua tahun sebelumnya tidak ada PHK, tetapi saat ini justru efisiensi dipakai alasan.

“Alasan dar IKSG maupun Swabina tidak logis. Kami berharap bisa bekerja lagi,” kata perempuan yang telah bekerja sejak 9 tahun itu didampingi beberapa buruh korban PHK lainnya.

Sementar itu, Senior Manager Human Capital PT IKSG Tuban, Sayekti saat dikonfirmasi menjelaskan, proses terjadinya PHK terhadap 33 buruh ring 1 dari Desa Temaji, Socorejo, dan Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Bahwasanya PT. Swabina Gatra menjadi pemborong pekerjaan pembuatan kantong semen di IKSG. Karena situasi pasca Pandemi Cobid-19 seperti ini, sehingga secara resmi PHK telah diumumkan oleh Swabina.

IKSG menilai bahwa aksi demo buruh metal yang tergabung dalam FSPMI Tuban, merupakan aksi manusiawi dan solidaritas terhadap sesama buruh.

“Karena objek pekerjaan memang berkurang jadi rasanya tidak mungkin 33 orang tersebut dapat bekerja lagi,” kata Sayekti.

Senior Manager Human Capital PT IKSG Tuban ini juga menambahkan, kalau pemutusan kontrak 33 orang tersebut sejak 9 Agustus 2022. Semestinya mereka dapat bekerja sampai bulan Desember 2022 mendatang. Salah satu alasannya yaitu adanya efisiensi di anak perusahaan Semen Indonesia.

“Mediasi dengan Disnaker sudah dilakukan, sebelum adanya keputusan PHK buruh,” jelasnya.

Meskipun di putus kontraknya, Yekti memastikan bahwa mereka yaitu 33 korban PHK tetap menerima haknya yang normatif sesuai dengan kesepakatan. Menurutnya, dari kebijakan tersebut tidak ada pihak yang dirugikan.

“Hak korban PHK masih proses dan akan diberikan penuh. Jika Pemkab menyarankan untuk dipekerjakan kembali, maka akan dievaluasi kembali kebijakan tersebut,” katanya. (hud.gat)

Tags: