37 Ribu LJUN Dikoreksi, 14 Siswa Ikut Susulan

Ratusan ribu lembar jawaban ujian nasional (LJUN) tingkat SMA/sederajat di Jawa Timur mulai dikoreksi. Tim Puskom Institut Teknologi Sepuluh. [tam/bhirawa]

Ratusan ribu lembar jawaban ujian nasional (LJUN) tingkat SMA/sederajat di Jawa Timur mulai dikoreksi. Tim Puskom Institut Teknologi Sepuluh. [tam/bhirawa]

Dindik Surabaya, Bhirawa
Saat ini telah ada sekitar 37.000 Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) diterima oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk dilakukan koreksi melalui sistem komputerisasi (scanning).
Kasi Kurikulum dan Pembinaan Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Titik Eko Prasetyaningtyas menerangkan, ITS merupakan institusi yang ditunjuk Kemendikbud untuk mengoreksi jawaban UN.
“Naskah soal dan LJUN yang  kami terima telah sesuai dengan jumlah peserta UN yang hadir. Jumlahnya sekitar 37.000,” ungkap Titik, Senin (21/4). Untuk naskah soal, lanjut Titik, disimpan sementara di sekolah masing-masing, dengan disegel oleh pihak yang berwenang. Naskah soal tersebut boleh di buka setelah satu bulan pelaksanaan UN berlalu.
Sementara itu, dalam pelaksanaan UN lalu terdapat sejumlah siswa yang diketahui absen.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Ikhsan mengatakan, peserta ujian yang absen akan mengikuti susulan mulai hari ini (22/4) sampai dengan Rabu (24/4).
Di Surabaya, setidaknya ada 14 siswa yang akan mengikuti UN susulan. 14 siswa yang mengikuti UN susulan terdiri atas enam siswa SMA dan delapan siswa SMK. Mereka tidak bisa mengikuti UN utama disebabkan sakit dan izin. “Lokasi UN susulan dipusatkan di SMAN 16 Surabaya,” katanya.
Ikhsan menjelaskan, 14 siswa yang mengikuti UN susulan ini akan masuk sesuai dengan mata pelajaran (mapel) yang tidak diikutinya. Misalkan saja, saat siswa absen di hari pertama UN utama, maka siswa ini cukup mengikuti UN susulan di hari pertama.
“Kalau absen hari pertama, maka siswa cukup ikut UN susulan hari pertama. Hari kedua dan ketiga tidak perlu ikut karena sudah dikerjakan saat UN utama,” ujar dia.
Mekanisme UN susulan ini sama persis dengan UN utama. Siswa tetap dijaga oleh dua pengawas ruang serta seorang pengawas satuan pendidikan dari unsur perguruan tinggi (PT). Jadwal masuk dan pengerjaannya pun sesuai dengan UN utama.
Ikhsan berharap kepada 14 siswa ini untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan UN susulan. Apabila mereka tetap tidak bisa mengikuti, bisa dipastikan siswa tidak akan lulus UN.
“Kalau memang tetap tidak bisa mengikuti UN susulan, kesempatan terakhir mereka hanya bisa mengikuti ujian kejar Paket C gelombang kedua yang akan berlangsung Agustus 2014 mendatang,” kata mantan Kepala Bapemas KB Kota Surabaya ini.
Sesuai jadwal, UN susulan ini akan dilaksanakan sama seperti UN, yaitu pukul 07.30. Pengalaman UN susulan tahun lalu, ada peserta yang terpaksa lepas infus, disikapi Dindik. Lembaga penyelenggara ini menyiapkan tim medis, lengkap dengan ambulan. Selain itu koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang kantornya tidak jauh dari SMKN 16 juga dilakukan.
“Sebelum berangkat jangan lupa sarapan dan minum obat,” tambah Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Eko. Pejabat berjilbab ini menegaskan, jika peserta besok gagal ikut UN susulan, tidak datang, dan dinyatakan tidak lulus, maka akan mengikuti kejar paket C. [tam]

Tags: