3M Cegah Wabah DB

DB CukMUSIM sedang mencapai puncaknya awal Pebruari ini. Biasa menyebabkan banjir dan genangan air. Juga sampah nampak berserakan (terbawa banjir). Sehingga lingkungan tempat tinggal (termasuk di dalam rumah) nampak kotor. Siang hari banyak lalat, sedangkan pada malam hari terasa lebih banyak nyamuk. Kondisi itu menyebabkan lingkungan tidak sehat, menyebabkan penyebaran demam berdarah (DB) dan tipus.
Lebih separuh wilayah Jawa Timur (dari 38 kabupaten dan kota) telah dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa) terhadap penyakit demam berdarah. Jumlah korban meninggal telah lebih dari 50 orang. Pada saat sama, berbagai daerah lain di tanah air juga mengalami peningkatan kasus kejangkitan DB. Ironisnya, Indonesia belum memiliki undang-undang (UU) tentang penanggulangan wabah penyakit. Padahal wabah penyakit sudah sering terjadi.
Misalnya flu burung (pada tahun 2012). Berdasar laporan WHO (badan kesehatan dunia), di Indonesia ditemukan gejala flu burung sebanyak 99 kasus. Sebanyak 79 diantaranya tak tertolong, meninggal dunia. Itu merupakan kasus suspect terbesar di dunia, sekaligus angka korban kematian tertinggi di dunia!  Sebagian terbesar tertular dari unggas, terutama ternak piaraan (ayam dan burung). Jumlah kasus dan korban melebihi negara asal virus flu burung (di China maupun Vietnam).
Terutama kalangan yang berhubungan dengan peternakan unggas. Serangan virus (H5N1) yang membawa penyakit flu burung itu mula-mula menyerang Sumatra Utara, lalu merembet ke jawa Barat dan Jawa Tengah. Bahkan, serangan flu burung juga telah merambah itik di wilayah Jawa Timur. Hampir seluruh daerah sudah terjangkiti virus flu burung.
Bermula dari Blitar, Kediri, Tulungagung, Mojokerto. Di Kabupaten Kediri saja, penyebaran virus flu burung ini malah sudah dialami oleh 40% dari jumlah peternak. Jutaan ekor unggas harus dimusnahkan. Jika de-populasi dilakukan tanpa kompensasi, pastilah peternak itik akan mengalami kebangkrutan dan jatuh miskin. Sebagian terbesar peternak itik merupakan petani atau buruh tani dengan penghasilan dan tingkat prekonomian yang rendah.
Virus H5N1 yang menjangkiti unggas memang tergolong ber-patogenik tinggi, biasa disebut HPAI (Highly Pethogenic Avian Influenza). Dampaknya juga sangat serius. Virus Flu Burung H5N1 ini menyebabkan flu berat pada manusia dan bisa menyebabkan radang paru akut, sampai kematian. Syukur hingga saat ini belum ada bukti bahwa penularan berlangsung dari manusia ke manusia.
Begitu pula jangkitan demam berdarah, sudah beberapa kali me-wabah, sejak puluhan tahun silam. Upaya agak masih yang dilakukan pemerintah adalah melalui iklan di media masa. Yakni, berupa gerakan 3M (Menutup, Menguras, Mengubur). Tetapi seiring “hilangnya” iklan 3M, virus dengue tampil lagi. Nyamuk aedes agepty, seolah-olah memahami “celah” UU Kesehatan, dan menyerang saat gerakan 3M mengendur.
Celah UU kesehatan tahun 2009, adalah tidak diatur secara khusus kondisi KLB. Hanya dua pasal 154 dan pasal 156 yang memasukkan upaya pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyeakit menular. Namun juga tidak rinci benar kewajiban pemerintah (dan pemerintah daerah) maupun partisipasi masyarakat. Begitu pula UU lain yang menuliskan keadaan wabah penyakit
Wabah penyakit dalam UU Kesehatan tahun 2009 maupun UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, terasa bagai sekadar retorika. Namun kedua UU tidak memiliki norma pengaturan (pasal) yang lebih spesifik untuk menangani penyakit yang sedang mewabah. Padahal UUD pasal 28 ayat (1) nyata-nyata meng-amanatkan hak rakyat mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat.
Karena belum ditemukannya vaksin melawan virus DB, pemerintah daerah seyogianya memasifkan program fogging (pengasapan) dan pengerukan saluran. Sedangkan masyarakat harus semakin membiasakan diri me-manage sampah rumah tangga. Juga tetap dengan gerakan 3M.
————- 000 ————–

Rate this article!
3M Cegah Wabah DB,5 / 5 ( 1votes )
Tags: