420 Penerima Bantuan KKS di Kota Blitar Tidak Tersalurkan

Sad Sasmintarti

Kota Blitar, Bhirawa
Dari 1.492 penerima uang bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terdampak PPKM dari Kementerian Sosial (Kemensos) di Kota Blitar, ternyata sebanyak 420 penerima yang tidak tersalurkan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Sad Sasmintarti mengatakan dari sebanyak 1.072 penerima bantuan KKS di Kota Blitar dan yang tidak tersalurkan sebanyak 420 penerima. “Sehingga total penerima bantuan ada 1.492 penerima saja, sedangkan uang bantuan PPKM yang tidak tersalurkan itu akan dikembalikan ke Kemensos dan masuk ke Kas Negara,” kata Sad Sasmintarti, Senin (17/1).
Lanjut Sad Sasmintarti, sebelumnya Kota Blitar mendapat kuota tambahan penerima bantuan KKS dari Kemensos sebanyak 1.492 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dimana KKS merupakan program bantuan berupa uang senilai Rp 200.000 per bulan untuk membeli sembako untuk keluarga yang terdampak PPKM di masa pandemi Covid-19 pada 2021.
“Program bantuan itu diberikan selama enam bulan mulai Juli sampai Desember 2021, namun penyaluran bantuan baru dilakukan pada 13-14 Januari 2022 karena ada data penerima hasil verifikasi dari Kemensos baru keluar Desember 2021 kemarin,” jelasnya.
Selain itu dikatakan Sad Sasmintarti, untuk uang bantuan diberikan dengan cara dirapel selama enam bulan, sehingga setiap Keluarga Penerima Manfaat masing-masing langsung mendapat uang bantuan sebesar Rp 1,2 juta, dan pihaknya juga telah melakukan pengecekan data penerima bantuan yang belum tersalurkan.
“Karena kalau tidak dapat disalurkan, uang bantuan akan kembali ke kas negara, dan dari hasil pengecekan sementara ada beberapa faktor yang menyebabkan uang bantuan tidak tersalurkan kepada 420 keluarga penerima manfaat,” ujarnya.
Dikatakan Sad Sasmintarti , sejumlah faktor penyebab tidak menerima bantuan diantaranya penerima bantuan kerja di luar kota, kartu keluarga sejahtera belum turun, penerima meninggal dunia, dan ada penerima belum melakukan aktivasi.
“Bahkan dari 420 data penerima bantuan yang belum tersalurkan itu sebanyak 15 orang meninggal dunia dan 99 orang belum melakukan aktivasi, serta setelah kami pilah ada data penerima keluarga mampu sebanyak 113 KPM juga ada penerima Rastrada yang langsung kami coret,” terangnya.
Tambah Sad Sasmintarti, untuk penerima yang sedang kerja di luar kota, pihaknya masih mengupayakan agar uang bantuan bisa disalurkan, karena pihaknya juga mendapat informasi ada perpanjangan waktu penyaluran uang bantuan PPKM kepada masyarakatyang sebelumnya sampai 14 Januari 2022.
“Kami mendapat informasi ada perpanjangan, sehingga masih kami komunikasikan, namun secara resmi kami belum menerima suratnya,” pungkasnya. [htn.wwn]

Tags: