47 Warga Binaan Dikembalikan ke Blok Hunian Lapas Surabaya

Sebanyak 47 WBP Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo dikembalikan ke blok hunian, Senin (7/9).

Dua Pekan Tanpa Gejala Covid-19
Surabaya, Bhirawa
Penanganan pasien Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya menunjukkan progres positif. Setelah dua pekan tidak menunjukkan gejala fisik yang disebabkan Covid-19, sebanyak 47 WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo dikembalikan ke blok hunian, Senin (7/9).

Proses pemindahan WBP itu dilaksanakan siang hari. Dan dipindahkan dari blok G yang merupakan blok khusus isolasi pasien Covid-19. Sebelum dipindahkan, para WBP mendapatkan briefing dari Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya, Gun Gun Gunawan; Kasi Perawatan, Prayogo Mubarak dan dokter Lapas dr Hardjo Santosa.

Gun Gun mengatakan, kebijakan mengembalikan WBP ke blok hunian ini sudah sesuai dengan standar atau pedoman yang dikeluarkan WHO. Yaitu pasien yang tidak menunjukkan gejala fisik selama sepuluh hari sejak dinyatakan positif COVID-19, dinyatakan telah sembuh.

“Kebijakan ini kami ambil setelah ada diskusi dengan dokter dan Dinkes. Sehingga kami kembalikan lagi warga binaan ke blok hunian,” kata Gun Gun Gunawan.

Meski sudah dinyatakan sembuh, Gun Gun terus menggalakkan protokol kesehatan terhadap warga binaan. Pihaknya juga berpesan agar WBP yang kembali ke blok untuk tetap menjaga pola hidup sehat. Dan menjadi agen bagi WBP lain agar bisa menerapkan himbauan dari dokter dan pihak lapas.

“Kami tetap kawal, jika ada WBP yang menunjukkan gejala, kami minta kepada WBP untuk segera melapor ke pihak Lapas. Yang penting harus taat terhadap protokol kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Perawatan, Prayogo menambahkan, total ada 47 WBP yang kembali ke blok hunian. Sebanyak 42 orang diisolasi di blok G, sisanya telah dinyatakan sembuh oleh rumah sakit yang merawat. Hingga saat ini, masih ada tujuh WBP yang masih menempati blok isolasi. Sedangkan empat petugas yang juga dinyatakan positif Covid-19 juga masih diwajibkan menjalankan Work From Home.

“Karena sudah masuk kategori lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta ketujuh WBP tersebut tetap berada di blok khusus perawatan agar memudahkan pemantauan,” pungkasnya. [bed]

Tags: