49 Kilometer Jalan di Jombang Rusak Akibat Proyek Tol

Banyak jalan di Jombang yang rusak terkena dampak pembangunan jalan Tol Trans Jawa ruas Kertosono - Mojokerto. Kondisi ini dikeluhkan banyak warga.

Banyak jalan di Jombang yang rusak terkena dampak pembangunan jalan Tol Trans Jawa ruas Kertosono – Mojokerto. Kondisi ini dikeluhkan banyak warga.

Jombang, Bhirawa
Puluhan kilometer jalan di sejumlah ruas di Kabupaten Jombang terkena dampak pembangunan jalan Tol Trans Jawa ruas Kertosono – Mojokerto. Sedikitnya, 49 km jalan mengalami kerusakan berat dan harus segera diperbaiki. Demikian disampaikan Ketua C DPRD Jombang Mas’ud Zuremi dalam rapat dengar pendapat antara legislatif, eksekutif dan PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) selaku pelaksana, Selasa (23/12).
Dalam rapat di ruang rapat Komisi C DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait dampak pembangunan jalan tol yang mengganggu kepentingan publik. “Masyarakat banyak yang mengeluh akibat pembangunan jalan tol jalan-jalan menjadi rusak dan tidak segera diperbaiki,” katanya.
Mas’ud menyebutkan, kerusakan jalan dari mulai ringan hingga berat akibat dari pembangunan jalan tol terdapat pada ratusan titik. Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima olehnya, total panjang jalan yang rusak akibat dilalui truk pengangkut material jalan tol, lebih dari 40 kilometer.
Kerusakan jalan tersebut, kata Mas’ud, menimbulkan kerugian pada masyarakat.¬† “Kami meminta kesanggupan PT MHI terhadap kerusakan jalan tersebut. Karena jalan-jalan itu merupakan akses publik,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kepala Bidang Perencanaan Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Jombang Setiawan Afandi menyebutkan, selama pengerjaan proyek tol Seksi I, terdapat 82,6 km jalan di seluruh wilayah Jombang yang dilalui kendaraan pengangkut material jalan tol. Akibatnya, jalan-jalan tersebut mengalami kerusakan.
Berdasarkan catatan Dinas PU Bina Marga dan Pengairan, dari total panjang jalan yang dilalui kendaraan pengangkut material jalan tol, sebagian besar di antaranya mengalami kerusakan berat. “Kalkulasi kami dari total jalan yang dilalui, 60 persen rusak berat, 20 persen sedang dan 20 persen lagi rusak ringan,” katanya.
Sementara Kepala Divisi Operasional PT MHI Zanuar Firmanto  mengakui jika pembangunan jalan tol Trans Jawa ruas Kertosono-Mojokerto berdampak pada kerusakan jalan. Akibat dilalui kendaraan pengangkut material untuk pembangunan jalan tol, terdapat ratusan titik kerusakan jalan.
Menanggapi kondisi ini, Zanuar menyatakan kesanggupan PT MHI untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak. “Perbaikan jalan yang sifatnya tidak permanen sudah kami lakukan. Pada akhir Januari 2015, kami akan memperbaiki secara permanen, bahkan dengan aspal hotmix,” ujarnya.
Zanuar menjelaskan, perbaikan secara permanen pada ruas jalan yang rusak akibat terdampak proyek jalan tol baru bisa dilakukan pada area Seksi I. Sedangkan pada Seksi II, yang membentang dari Tembelang Jombang hingga Mojokerto, perbaikan jalan hanya bisa dilakukan sementara. “Untuk area Seksi I, perbaikan secara permanen bisa dilakukan. Tetapi untuk yang Seksi II perbaikan sifatnya tidak permanen karena pembangunan belum selesai,” katanya. [rur]

Tags: