52 Anak Tuna Rungu – Autis Diterapi Gratis

13-foto UPTD layanan ABK-ali-1Sidoarjo, Bhirawa
Orang tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kota Delta, semakin sadar dan terbuka terhadap pendidikan anaknya. Mereka mulai banyak membawa anaknya ke UPTD Layanan ABK milik Dinas Pendidikan Sidoarjo, di Jl Pahlawan, Sidoarjo. Sejak Februari 2014 hingga Januari 2015, tercatat 27 ABK yang menderita autis dan 25 ABK menderita tuna rungu. Semuanya masih dalam proses terapi.
Petugas terapi di UPTD ini, Ari Isnawan menyampaikan, Bulan Juni 2015 mendatang, akan dilakukan rekomendasi apa mereka sudah bisa keluar dan bersekolah di sejumlah sekolah inklusi di Sidoarjo. ”Di Sidoarjo memang banyak sekolah yang peduli pada ABK, mulai SD sampai SMA/SMK,” ujarnya, Senin (12/1) kemarin, di kantornya.
Menurut Ari, selama ini orang tua ABK di Sidoarjo menutup diri. Anaknya yang menderita biasanya hanya dibiarkan saja. Tak banyak yang diterapikan, sebab biasanya biayanya mahal bila diterapikan di swasta. Tapi setelah UPTD ini dibuka setahun ini, mereka mulai bayak yang datang, apalagi layanan yang diberikan ini gratis. Dan tahun 2016 mendatang akan menempati kantor berlantai dua.
Menurut Ari, semua itu bentuk kepedulian Pemkab pada warganya. Namun layanan di UPTD sementara ini masih terapi untuk anak yang mengalami tuna rungu, dan autis saja. Mudah-mudahan suatu saat bisa berkembang pelayanannya, jadi tak hanya autis dan tuna rungu saja tapi pelayanan terapi yang lain.
Dilihat dari jumlah kunjungan para orang tua ke UPTD ini, tak hanya dari Kec Sidoarjo Kota saja, tapi sudah datang dari berbagai wilayah kecamatan, seperti dari Kec Candi, Taman, Tulangan, maupun ada juga dari Wonoayu. Ari menegaskan, banyak orang tua mengetahui layana gratis ini tak lepas dari dari sosialisasi. Diantaranya pada UPTD Cabang Dinas Pendidikan di 18 kecamatan. Belum sampai jemput bola ke sekolah-sekolah sebab keterbatasan personil.
”Kendala tenaga yang terbatas ini, sudah disampaikan pada Dinas Pendidikan. Dalapan tenaga terapi yang dimiliki UPTD ini diantaranya terdiri dari psikologi, guru pendidikan luar biasa (PLB) dan guru keperawatan,” tandas Ari. Tetapi pada sekolah yang membutuhkan pendampingan tentang ABK ini, layanan khusus biasanya diberikan tiap Hari Jum at. Konsultasi ini diberikan, sebab siapa tahu ada guru yang masih kesulitan dalam menangani ABK yang bersekolah disana. [ali]

Keterangan Foto : UPTD Layanan ABK milik Pemkab Sidoarjo, kini masih melayani terapi untuk anak tuna rungu dan anak autis. [ali/bhirawa]

Tags: