545 GTT dan PTT Probolinggo Belum Gajian

Guru di Probolinggo mulai divaksin. [wiwit agus pribadi]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Sejak Januari, guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di Kota Probolinggo belum gajian. Penyebabnya, karena masih ada gangguan pada Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Dilain pihak mulai hari ini Selasa (2/3) sebanyak 3000 guru mulai divaksi secara bertahab.
“Memang gaji GTT dan PTT belum dibayarkan sejak Januari,” ujar Slamet Zainul Arifin, ketua PGRI Kota Probolinggo, Selasa (2/3). Masalah itu pun telah disampaikan oleh PGRI Kota Probolinggo ke Wali Kota Hadi Zainal Abidin saat audiensi Kamis (25/2). “Gaji GTT dan PTT yang belum dibayarkan juga menjadi salah satu yang kami sampaikan saat audiensi dengan Wali Kota, Kamis kemarin,” terangnya.
Dalam audiensi itu, pengurus PGRI minta agar gaji GTT/PTT dibayarkan secara tertib. Selain itu, PGRI juga minta agar gaji GTT/PTT disetarakan dengan upah minimum kota (UMK).
Zainul menjelaskan, penyebab belum dibayarkan gaji GTT/PTT karena kendala di SIPD. “Gaji PTT dan GTT ini kan masuk dalam Bosda dan sekarang masih terkendala dengan SIPD itu,” terangnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo oleh Moch Maskur, kemarin (28/2). Maskur menegaskan, gaji yang belum dibayarkan hanya satu bulan.
“Memang betul ada keterlambatan pembayaran gaji GTT dan PTT. Tapi bukan tiga bulan, melainkan satu bulan. Yaitu, Januari saja. Karena gaji GTT dan PTT dibayarkan satu bulan setelah bekerja. Misalnya gaji bulan Januari dibayarkan Februari, gaji bulan Februari dibayarkan Maret,” ujarnya.
Menurutnya, keterlambatan pembayaran gaji PTT/GTT karena ada masalah di SIPD. Sebab, anggaran gaji GTT-PTT berasal dari Bosda. “Berbeda dengan gaji ASN, GTT-PTT ini dianggarkan dari APBD yang masuk dalam Bosda. Jadi masalah SIPD ini juga berpengaruh pada pencairan gaji GTT dan PTT,” terangnya.
Dia memperkirakan, gaji GTT/PTT dicairkan pada bulan Maret. Pembayarannya akan dilakukan dua kali atau dobel, yaitu untuk Januari-Februari. “Perkiraan Maret sudah bisa dibayarkan dan akan langsung dobel yang dibayarkan. Yaitu gaji bulan Januari dan Februari,” terangnya.
Di Kota Probolinggo sendiri, jumlah GTT/PTT ada 545 orang. Mereka digaji tiap bulan. Gaji GTT non K2 Rp 1 juta per bulan, gaji GTT K2 besarnya Rp 1,2 juta tiap bulan, dan gaji PTT Rp 800 ribu setiap bulannya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch. Maskur mengungkapkan guru termasuk salah satu pekerja publik yang masuk dalam tahap kedua vaksinasi Covid-19. Di Kota Probolinggo, tercatat ada sekitar 3.000 guru yang akan divaksin secara bertahap.
“Untuk pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, vaksinasi sudah dilakukan minggu kemarin. Untuk guru dilakukan secara bertahap. Ada sekitar 3.000 guru se-Kota Probolinggo yang telah didata untuk vaksinasi,” ujarnya.
Maskur mengatakan, jumlah guru yang cukup banyak membuat proses vaksinasi tidak bisa dilakukan dalam sekali proses vaksin bersamaan. “Sebagian ada yang divaksin Senin dan Selasa. Yang lainnya menunggu jadwal lagi karena berkaitan dengan ketersediaan vaksinnya juga,” jelasnya.
Proses vaksinasi Covid-19 untuk pekerja sektor publik telah dilakukan sejak pekan lalu. Diawali Rabu dengan vaksinasi anggota TNI, Polri, Satpol PP, dan jurnalis. Kemudian, dilanjutkan dengan proses vaksinasi terhadap aparatur sipil (ASN) di lingkungan Pemkot Probolinggo. Sampai Minggu (28/2), dari 8.526 sasaran vaksinasi pelayanan publik, yang telah divaksin sebanyak 2.519 sasaran atau sekitar 29,5 persen, tambahnya. [wap]

Tags: