600 Personel 0815 Mojokerto Bantu Penertiban Prokes Selama PPKM

Operasi Yustisi gabungan yang menyasar pelanggar roda dua tidak bermasker yang langsung diberikan sanksi penahanan HP. Sebagai jaminan.agar mau membayar denda pada hari dan tempat yang ditentukan pada surat tilang.

Mojokerto. Bhirawa
Sedikitnya 600 personel Kodim 0815 Mojokerto dan Koramil Jajaran di terjunkan guna membantu Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten dan Kota Mojokerto dalam melakukan operasi penertiban protokol kesehatan (prokes) sejak pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).tanggal 15 Januari lalu.di wilayah Kota maupun Kabupaten Mojokerto,

Penegakan prokes yang dilakukan oleh tim gabungan TNI Polri dan Satpol PP ini berasal dari anggota Kodim 0815. Polresta dan Polres Mojokerto dan serta Pemkab Mojokerto. Setiap harinya berlangsung 3 kali. Yakni pagi. Siang dan malam hari.

Dandim 0815 Mojokerto. Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto. Selasa 27/1/21 membenarkan jika Kodim 0815 Mojokerto dalam rangka ikut menekan, penyebaran virus Covid-19. Sangat mendukung kegiatan penegakan protokol kesehatan yang dilakukan baik Pemkot maupun Pemkab. Mojokerto.

Untuk itu Kodim dan Koramil jajaran telah menerjunkan sedikitnya 600 personel untuk membantu menertibkan PPKM.yang dimulai tanggal 15 hingga 28 nanti. Selain melakukan penindakan juga untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Kita tidak ingin ada klaster-klaster baru lagi, jadi kita terus pantau dan tegakkan prokes di tengah masyarakat. Jelas Dandim.

Sementara itu pantauan bhirawa di lapangan, utamanya di wilayah Kota Mojokerto. Operasi yustisi yang digelar tim gabungan.yakni Kodim. Polresta dan Satpol PP. Kota mojokerto, hampir setiap hari melakukan operasi Yustisi baik pagi.siang maupun malam.

Seperti yang terjadi di pertigaan jalan Brawijaya. Jalan Mojopahit. Tim gabungan menyasar satu persatu pengendara sepeda motor untuk diberhentikan apabila didapati tidak menggunakan masker,

Sanksi yang diberikan kelihatanya ringan.yakni denda Rp 50 ribu. Namun jika tidak membawa uang ataupun sidang pelanggaran tidak dilakukan di tempat maka menahan KTP. ,Sim ataupun STNK. Bahkan Hp. pun bisa dijadikan jaminannya. Setelah membayar denda di kantor yang ditunjuk di surat tilang maka barang bisa diambil kembali.

Seperti yang dialami Yosep (16) yang tertangkap basah tidak menggunakan masker saat operasi yustisi di pertigaan jln. Brawijaya-Jln. Mojopahit senin 27/1/21.kemari Maka Satpol PP. Kota Mojokerto menahan HP. nya untuk jaminannya.(min).

Tags: