750 Awak Bus di Tulungagung Libur Imbas PSBB Surabaya

Puluhan bus dikandangkan imbas penerapan PSBB di Kota Surabaya, Selasa (28/4).

Tulungagung, Bhirawa
Sedikitnya 750 awak bus di Tulungagung terpaksa tidak dapat bekerja akibat penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Kota Surabaya. Mereka kini diliburkan tanpa kepastian dapat jalan lagi.
“Istilah kami para awak bus yang saat ini libur itu tidak jalan. Ada sekitar 750 awak bus di PO kami jurusan Surabaya yang tidak jalan mulai hari ini (Selasa, 28/4),” ujar Manajer Opersional PO Harapan Jaya Tulungagung, Iwan Sugiono, Selasa (28/4).
Ia menyebut total 250 armada bus PO Harapan Jaya jurusan Surabaya dari Tulungagung, Blitar dan Trenggalek kini harus berhenti jalan. Sebelumnya, bus jurusan Jakarta juga mengalami nasib yang sama.
“Kalau yang jurusan Jakarta sudah berhenti jalan sejak tanggal 24 April. Sedang yang Surabaya mulai hari ini (Selasa, 28/4). Kami pun belum tahu tidak jalan sampai kapan. Kalau suratnya untuk jurusan Surabaya sampai dua minggu tanggal 11 Mei tapi dalam kurung bisa diperpanjang,” terangnya.
Saat ini semua armada bus PO Harapan Jaya sudah dikandangkan di empat tempat. Yakni di Tulungagung, Blitar, Trenggalek dan Maospati (Magetan).
Menjawab pertanyaan, Iwan menandaskan perusahaan oto busnya tidak bisa hanya melayani penumpang semisal sampai Kota Mojokerto saja. Apalagi di tengah relatif sepinya penumpang. “Jadi rugi kalau hanya sampai Mojokerto. Lebih baik tidak jalan,” katanya.
Sedang untuk nasib awak bus jurusan Surabaya yang sekarang tidak jalan, Iwan menyebut sedang menunggu bantuan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. “Kemarin sudah didata. Tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ucapnya.
Soal kerugian akibat berhenti operasional, Iwan mengungkapkan cukup besar. Untuk armada bus yang jurusan Surabaya rata-rata sehari beromset Rp 2 juta. Sedang yang ke Jakarta rata-rata Rp 9 juta per hari.
“Jadi hitung saja 250 unit kali Rp 2 juta. Kemudian yang ke Jakarta 30 unit kali Rp 9 juta. Itu omset per harinya. Belum lagi kalau hari raya biasanya kan ada kenaikan tarif serta jumlah penumpang,” paparnya.
Iwan selanjutnya menyebut income perusahaan oto bus terbesar di Tulungagung itu teruis menurun selama pandemi Covid-19. Mulai dari50 persen, terus 30 persen, kemudian 10 persen. “Sekarang total tidak dapat income,” tandasnya.
Selain dialami PO Bus Harapan Jaya. Pemberhentian operasional armada bus tujuan Surabaya juga dilakukan perusahaan oto bus lainnya. (wed)

Tags: