9.478 Siswa SMK Ikuti UNBK di Jombang

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat melakukan pemantauan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi SMK negeri dan swasta di Jombang, Senin (25/03). [Arif Yulianto]

Jombang, Bhirawa
Sejumlah 9.478 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik dari sekolah negeri maupun swasta mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan mulai Senin (25/03) hingga Kamis (28/03) mendatang. Pada pelaksanaan hari pertama, sempat terdapat kendala padamnya listrik di Wilayah Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Hanya saja padamnya listrik dapat segera teratasi dengan penggunaan generator (genset) di tiap-tiap lembaga sekolah.
Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wilayah Kabupaten Jombang, Fatkurrohman.
“Ujian diikuti 9.478 siswa. Rinciannya 2.687 siswa sekolah negeri dan 6.791 siswa sekolah swasta,” ujar Fatkurrohman saat diwawancarai wartawan saat mendampingi Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab melakukan pemantauan pelaksanaan UNBK di salah satu SMK di Jombang, Senin (25/03).
Secara umum ia menjelaskan, pelaksanaan UNBK pada hari pertama Senin (25/03) berjalan lancar. Hanya saja terdapat laporan soal listrik padam di wilayah Kecamatan Diwek. Adanya pemadaman listrik di wilayah tersebut, menurut Fatkurrohman, tidak membawa dampak berarti karena jauh-jauh hari lembaga sekolah tempat pelaksanaan UNBK telah menyiapkan genset.
“Terkendala beberapa menit saja karena langsung diatasi dengan itu (genset). Kemarin saat persiapan juga telah diatasi. Jadi secara umum berjalan tanpa hambatan,” tambahnya.
Pada pelaksanaan UNBK hari pertama ini, lanjutnya, para siswa mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kemudian pada hari kedua, Selasa (26/03) giliran mata pelajaran Matematika.
“Untuk Rabu (27/03) mata pelajaran Bahasa Inggris. Dan hari terakhir, Kamis (28/043) mata pelajaran yang diujikan adalah teori kejuruan,” rincinya.
Fatkurrohman menambahkan, dalam pelaksanaan UNBK tahun 2019 ini, tidak ada siswa SMK yang melaksanakan ujian dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Jombang karena tersangkut masalah pidana.
“Alhamdulillah tidak ada itu (siswa UNBK di Lapas),” tandasnya. Sementara itu, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab saat memantau pelaksanaan UNBK mengungkapkan, dari laporan yang ia terima, tidak ada siswa SMK yang berhalangan hadir di hari pelaksanan UNBK.
“Kita memantau baik di sekolah negeri dan swasta. Pelaksanan hari ini cukup baik. Tadi di SMK Negeri 3 ada 500-an peserta dan dapat hadir semua. Sedangkan di sini (SMK Dwija Bhakti) ada 490-an peserta. Mereka nanti akan terbagi dalam 3 sesi,” kata Bupati Jombang.
Dalam pemantauan pelaksanana UNBK, Bupati Mundjidah juga didampingi Wakil Bupati Sumrambah, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pejabat dari UPTD SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang. Pemantauan dilakukan di tiga lembaga sekolah antara lain, SMKN 3 di Jalan Patimura 06 Jombang, SMK Dwija Bhakti Jalan Kusuma Bangsa 74 Jombang dan SMKN 1 di Jalan dr Soetomo 15 Jombang. [rif]

Rate this article!
Tags: