90 Persen Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Diserahkan BPN Tuban

Bupati Tuban. H Fathul Huda saat menyerakan sertipikat tanah kepada warga penerima di kantor BPN Tuban.

Tuban, Bhirawa
Bupati Tuban, H. Fathul Huda, didampingi Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Tuban, Dr. Roy Eduard Fabian Wayoi, S.Sos., M.MT., menghadiri penyerahan sertipikat tanah oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo secara virtual di Balai Desa Pucangan, Kecamatan Palang, Senin (09/11). Disiarkan langsung dari Kantor Sekretariat Negara, penyerahan 1 juta sertipikat untuk 201 Kabupaten/Kota di 31 provinsi.

Presiden Joko Widodo menyampaikan, Kementerian ATR/Pertanahan RI hingga kantor pertanahan di tingkat kabupaten/kota diberikan target sejumlah sertipikat yang harus diserahkan kepada masyarakat. Setiap tahunnya target jumlah bidang tanah yang harus bersertipikat terus ditingkatkan. “Tujuannya, agar seluruh bidang tanah di Indonesia harus sudah bersertipikat di tahun 2025,” ungkapnya.

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, lanjut mantan Walikota Solo itu, sebanyak 18,9 juta sertipikat telah diserahkan. Jumlah tersebut setara dengan 5,3 juta hektar bidang tanah. Presiden Jokowi menekankan, kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dimaksudkan untuk meminimalkan terjadinya sengketa tanah. Sertipikat sebagai bukti hak dan bukti hukum atas kepemilikan tanah. Melalui hak kepemilikan ini konflik yang disebabkan lantaran hak milik tanah dapat ditekan. “Simpan baik-baik sertipikat dan fotokopi,” sambungnya.

Presiden menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kementerian ATR/Pertanahan mulai dari pusat, wilayah hingga kabupaten/kota. Marilah terus bekerja keras untuk mencetak prestasi terbaik. Pada kesempatan ini, Bupati Tuban, H. Fathul Huda mengungkapkan, sertipikat tanah tersebut dapat digunakan untuk agunan di bank yang dapat digunakan sebagai modal usaha.

Karenanya harus dimanfaatkan dengan bijak, bukan untuk perilaku konsumtif seperti membelanjakan untuk barang-barang yg tidak penting. “Pemanfaatan sertifikat tanah sebagai agunan di bank harus disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing,” tuturnya.

Bupati Huda mengapresiasi atas upaya Kantor Pertanahan Kabupaten Tuban yang telah menenuhi targetnya. Tantangan ke depan lebih besar karena target ditingkatkan hingga 3 kali lipat. “Perlu ada kerjasama antara Kantor Pertanahan, Pemkab Tuban, dan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Tuban, Dr. Roy Eduard Fabian Wayoi, S.Sos., M.MT., menjelaskan tahun 2020 kegiatan PTSL di Tuban mencapai 20.500 sertipikat bidang tanah. Dari jumlah tersebut 90 persen telah diserahkan, sedangkan 5.639 bidang sedang dalam proses pendistribusian. “Rencananya proses penyerahan selesai paling lambat 30 November 2020,” ujarnya.

Roy Wayoi menambahkan pada tahun 2021 ditargetkan pensertipikatan tanah sebanyak 63.125 bidang, target peta bidang sebanyak 25.000 bidang. Khusus untuk kegiatan PTSL tahun 2021 menyelesaikan sisa peta bidang sudah terukur (K1) tahun 2018, 2019, dan 2020 yang karena adanya Covid-19 ada pemotongan anggaran. Karenanya akan diselesaikan dalam kegiatan PTSL tahun 2021 mendatang.[hud]

Tags: