900 RTLH 2020 di Kabupaten Probolinggo Dialihkan Penanganan Covid-19

Rumah warga berhasil di rehap mejadi rumah layak huni oleh Kodim 0820.[wiwit agus pribadi/bhirtawa]

Kab.Probolinggo, Bhirawa.
Selama ini Pemkab Probolinggo menargetkan saban tahunnya bisa memperbaiki 1.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Namun tahun 20021 ini target itu juga terdampak pandemi Covid-19. Sehingga, hanya mampu mengalokasikan anggaran untuk sekitar 565 RTLH.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Probolinggo Prijono, Minggu (24/1) mengatakan, permukiman layak huni didefinisikan permukiman layak huni dan pembangunan satu rumah.

Di samping bangunan sudah layak, harus didukung isinya. Yakni, sanitasi dan air bersih juga layak. Untuk merealisasikannya, Disperkim mengadakan rehab RTLH. “Untuk mencukupi rehab RTLH diberikan stimulan Rp 15 juta sampai Rp 17,5 juta. Apabila pemilik rumah ada anggaran, bisa ditambahkan pembangunannya. Pengerjaannya bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.

Prijono mengungkapkan, tahun ini pihaknya hanya merencanakan memperbaiki sekitar 565 RTLH. Sebab, kemampuan APBD Kabupaten Probolinggo terbatas dan masih terdampak pandemi Covid-19. Karenanya, rencana setiap tahun bisa memperbaiki 1.000 RTLH, tahun ini tidak akan terealisasi.

“Kami tetap berupaya setiap tahun ada RTLH yang direhab untuk menjadi rumah layak huni. Meski tahun ini anggaran daerah lebih fokus pada penanganan Covid-19, Pemkab tetap mengalokasikan untuk merehab 565 RTLH,” jelasnya.

Sejuah ini, kata Prijono, masih banyak rumah tidak layak huni yang perlu direhab. Namun, persentasenya menurut pemerintah daerah dan standar statistik sangat berbeda. Karena standar statistik itu besar sekali. Menurut statistik, rumah layak huni itu luasannya bisa sampai 36 meter persegi. Sedangkan, pemkab untuk membangun rumah seluas 36 meter persegi tidak mampu.

Sehingga, hanya mampu untuk merehab bagian ruang tamu. “Versi Pemkab Probolinggo, sudah 87 persen rumah di Kabupaten Probolinggo layak. Sisanya sekitar 13 persen yang perlu membutuhkan rehab dan akan kami alokasikan setiap tahunnya,” ujarnya.

Dikataklannya setidaknya 900 rumah tidak layak huni (RTLH) gagal dilakukan tahun 2020. Anggaran Rp 14 miliar untuk pembangunan RTLH di Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Probolinggo digeser untuk penanganan Covid-19. Pembangunan 900 RTLH itu akan dilakukan tahun 2021 ini.

Ada beberapa kegiatan fisik di Disperkim yang ditunda. Anggarannya digeser untuk penanganan pandemi virus korona. Yaitu, rehab RTLH dan kantor DLH yang ada di Kraksaan. “Rehab RTLH dan kantor DLH tahun ini ditunda. Karena anggarannya dipakai penanganan Covid-19 ini,” katanya.

Prijono menjelaskan, kegiatan RTLH dianggarkan sekitar Rp 14 miliar. Sedangkan rehab Kantor DLH dialokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Dengan begitu, total anggaran Disperkim yang digeser untuk penanganan virus korona sekitar Rp 19 miliar. “Untuk RTLH yang ditunda, sebagai gantinya mereka (penerima RTLH) masuk daftar terdampak pandemi virus korona dan berhak menerima bantuan sosial (bansos) sembako,” tandasnya.

Dilanjutkan Prijono, penanganan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo membutuhkan anggaran cukup besar. Mulai dari sektor kesehatan, kegiatan fisik untuk RSUD Tongas, dan bantuan sosial. “Untungnya, rencana kegiatan fisik itu belum dilelang. Sehingga, bisa langsung ditunda,” ungkapnya.

RTLH juga dapart dukungan dari pihak Kodim 0820 probolinggo, seperti yang dialami Edi Kuswanto, warga Dusun Tempuran RT/RW 002/002, Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Tempat tinggalnya bersama keluarga disulap oleh anggota Koramil 0820/11 Sumber, menjadi rumah yang lebih layak untuk menjadi tempat tinggalnya.

Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo berkenan untuk meresmikan dan menyerahkan kunci rumah tersebut kepada Edi Kuswanto untuk dihuni bersama keluarganya. Minggu (24/1). Denagn menyerahkan kunci pintu rumah secara simbolis kepada Edi Kuswanto, menandai rumah tersebut telah selesai direhab dan siap untuk dihuni kembali oleh Edi Kuswanto, beserta keluarganya.

Edi Kuswanto yang kesehariannya sebagai buruh tani, penghasilannya terkadang juga tak cukup untuk dimakan sehari bersama keluarganya, Edi sangat bersyukur dengan adanya rehab rumah dari TNI, yang tak pernah terpikir sedikitpun dibenaknya. Komandan Kodim 0820/Probolinggo mengatakan, “Program renovasi rumah ini adalah dalam rangka Karya Bakti TNI kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.

Hal ini merupakan upaya TNI dan Koramil 0820/11 Sumber dalam membantu meningkatkan kesejahteraan dan membantu warga yang mengalami kesulitan, terutama kehidupan mereka yang sedang terdampak pandemi Covid-19 ini.[wap]

Tags: