99.000 RTM Sidoarjo Dapat Kontribusi Block Grant

Block GrantSidoarjo, Bhirawa
Program hibah dana pembangunan partisipatif atau Block Grant (BG) yang telah digulirkan sejak tahun 2002 oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Ternyata telah banyak memberikan kontribusi terhadap pengatasan kemiskin di Sidoarjo yang saat mencapai sekitar 99.000 RTM (Rumah Tangga Miskin).
Kondisi tersebut terlihat saat Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPM PKB) Kabupaten Sidoarjo melakukan Monev (Monitoring dan Evaluasi) melalui Lokakarya Hibah Dana Pembangunan Partisipatif, akhir pekan kemarin, di Tretes Raya Prigen Pasuruan.
Menurut Kepala BPM PKB Sidoarjo Drs. Ec. M. Ali Imron, MM kalau kegiatan ini bertujuan sebagai forum komunikasi yang efektif antar stakeholder dalam pelaksanaan BG. Juga untuk mengevaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah berjalan. Serta merumuskan bahan masukan, kebijakan perencanaan untuk pengembangan program BG berikutnya.
Adapun sasarannya adalah untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam program pembangunan, khususnya peran serta dalam swadaya murni masyarakat. Juga untuk mewujutkan kemitraan antar masyarakat dan pemerintah. “Serta meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggungjawab terhadap hasil pembangunan desa dan kelurahan,” katanya.
Sementara itu Bupati Sidoarjo yang diwakili oleh Staf Ahlinya Drs. Moch. Syavig menjabarkan kalau hibah dana pembangunan partisipatif untuk tahun 2014 telah diserahkan secara tuntas.  Ada sekitar 346 kelompok masyarakat desa/kelurahan yang berhak menerima, dengan alokasi anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 6.920.000.000,00.
Untuk Pondok Pesantren (Ponpes) penerimanya sebanyak 36 lembaga dengan anggaran sebesar Rp 288 juta. Madrasah Diniyah (Madin) penerima sebanyak 96 dengan anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 576 juta.
Begitu juga untuk Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) anggarannya sebesar Rp 1.210.000.000,00 diperuntukkan bagi 242 TPQ yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo. Untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Block Grant diberikan kepada  191 lembaga PAUD dengan anggaran sebesar Rp 543 juta. “TK/RA maupun TK Dharma Wanita Persatuan sampai SD/MI, SMP/MTs serta SMA/SMK/MA tahun ini tidak luput dari sasaran penerima Hibah Dana Pembangunan Partisipatif,” katanya.
Ia juga meminta kepada masyarakat dan lembaga yang sudah menerima BG hendaknya harus mempertimbangkan kemampuan dana partisipasi yang telah disiapkan. Dalam proses penggalian dana hendaknya  juga harus bijaksana, sehingga tidak muncul persoalan di masyarakat. “Selain itu juga harus memenuhi kewajiban sebagaimana diamanatkan dalam pedoman pelaksanaan BG,” pintanya. [ach]

Tags: