Abdimas Umsida Inisiasi Pengembangan Desa Wisata Tematik Ramah Anak

Pengembangan Desa Wisata Tematik yang diinisiasi kelompok Abdimas Unsida di Desa Tebel, Gedangan, Sidoarjo.

Sidoarjo, Bhirawa
Pengembangan desa wisata tematik tengah dilakukan oleh kelompok program pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Melalui pendampingan kepada Komunitas Bait Kata di Dusun Tebel Barat, Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, program ini dilakukan untuk mewujudkan Kampung Literasi luar ruang dan wisata untuk anak di Sidoarjo.

Abdimas Umsida yang dilakukan dalam bentuk Program Kerjasama Desa (PKDes) tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai yang menyediakan berbagai pilihan game. Ketua Abdimas PKDes Umsida, Didik Hariyanto mengatakan, Abdimas ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap smartphone. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengembangkan konsep belajar dan bermain permainan tradisional dalam satu tempat yang terintegrasi antara, bermain, belajar serta menjadi pusat wisata tematik bagi anak-anak.

“Target kita adalah terwujudnya Kampung Literasi di Desa Tebel ini sebagai pusat wisata edukasi anak di Sidoarjo. Dampak yang juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar karena adanya wisata edukasi tersebut,” tutur Didik yang juga dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Bisnis, Hukum dan Ilmu Sosial (FBHIS), Jumat (24/7).

Saat ini, di kampung wisata tersebut telah tersedia teras baca tempat anak-anak belajar dengab berbagai buku refrensi, permainan tradisional serta berbagai literasi luar ruang yang ada dalam lokasi. Untuk mewujudkan semua program tersebut, pihaknya mengaku membutuhkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

“Pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan dengan menyediakan berbagai kebutuhan permainan dan makanan yang ada di pojok kuliner kampung literasi. Masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan tambahan karena program Abdimas ini,” kata Didik.

Selain ramah anak dan bernilai ekonomis, program ini juga memiliki pendekatan ramah lingkungan. Sebab, dalam pengelolaan wisata harus terpupuk kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Program ini berjalan selama enam bulan sejak bulan januari hingga juli 2020. Beberapa program yang telah terealisasi adalah seting lokasi wisata edukasi, pembuatan arena bermain edukatif, penambahan mainan tradisional, dan setting pengembangan UMKM di Tebel Barat. Tim Abdimas Umsida juga telah mengubah halaman teras baca menjadi arena permainan tradisional dan menambahkan beberapa mainan tradisional edukatif seperti egrang, bakiak, congklak dan gobak sodor.

Ketua komunitas Bait Kata, Nanda Mahendra Dhata mengatakan, pihaknya merasa beruntung dengan pendampingan semacam ini. “Kami tidak aji mumpung menerima semua bantuan. Kami juga harus melihat bentuk dan maksud dari bantuan yang diberikan. Saya pribadi merasa kegiatan Abdimas seperti ini harus segera ditindaklanjuti dan terus dilanjutkan tutur Nanda.

Kampung Literasi Tebel Barat sendiri didirikan oleh komunitas Bait Kata di tahun 2018 dengan tujuan ingin menjadikan Desa Tebel sebagai salah satu destinasi wisata kampung tematik yang ada di Sidoarjo. Untuk mencapai tujuan mereka, Bait Kata bersama masyarakat bahu-membahu membangun 9 mini library dan 1 teras baca sebagai lahan induk atau pusat edukasi anak. (tam)

Tags: