ABK KM Penelope Lapor, DPRD Probolinggo: Tertibkan Perjanjian Kerja ABK

Audiensi Komisi III berama ABK KM Penelope.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Probolinggo, Bhirawa
Persoalan ketenagakerjaan yang melemahkan anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Penelope, belum selesai. Hingga kini gaji ABK belum terdengar. Alhasil perwakilan ABK KM Penelope mengadu kepada anggota DPRD Kota Probolinggo, Sabtu (13/2) malam.

Perwakilan dari ABK sudah pernah melapor ke kantor Dinas Penanaman Modal Penanaman Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja (PMPTSPSK) dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo. Hal tersebut dilakukan akhir Desember, tahun 2020 lalu. Lantaran setelah menunggu 1 bulan lebih tidak ada kepastian, mereka akhirnya wadul ke wakil rakyat,

Di kantor DPRD, mereka Komisi III melalui agenda Rapat Dengar Pendapat yang dihadiri perwakilan ABK, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Perwakilan perusahaan juga ikut hadir

“Saya mendatangi kantor DPRD karena hak kami berupa gaji tidak terdengar. Kami memiliki keluarga dan memiliki kebutuhan. Bagaimana kami mencukupi kebutuhan jika tidak terdengar, “ujar Fauzi Putra, perwakilan ABK yang datang ke kantor DPRD setelah RDP, Minggu (14/2).

Sementara itu Bramantyo Bayu, Supervisor PT Berkah Aneka Laut (BAL) dalam RDP menyampaikan bahwa permasalahan gaji ABK ini sebenarnya telah dibayar lunas oleh pihak perusahaan kepada nakhoda. Bahkan ada bukti-bukti transfer kepada nakhoda.

Masalahnya, escap diri. Dia warga Tanjung Balai, escaping bersama hak-hak ABK. Kami memiliki bukti-bukti transfer kepada nakhoda. Perjanjian kerja ada, yaitu perusahaan dengan nakhoda. Kemudian nakhoda dengan ABK. Namun kami tidak lepas tangan begitu saja dengan hak-hak ABK, “tandasnya.

Bramantyo menjanjikan pembayaran hak-hak ABK akan dilakukan setelah Imlek. Bahkan akan dilakukan pertemuan pekan depan.

Andre Purwo Hartono, Anggota Komisi III dari FPDIP mempertanyakan, mengenai kontrak kerja yang ada di PT BAL. “Kepada Bidang Ketenagakerjaan, dalam permasalahan ini bagaimana sebenarnya kontrak kerja antara ABK dengan perusahaan PT BAL? Apakah sudah sepengetahuan dinas terkait? ” tanyanya.

Nur Jatim, Mediator Hubungan Industrial, Dinas PMPTSPTK menjelaskan bahwa perjanjian kerja bersama sudah ada. Namun tidak dilaporkan kepada Dinas PMPTSPTK. “Perjanjian kerja bersama itu ada. Yaitu antara Perusahaan dengan nakhoda, kemudian nakhoda dengan ABK. Sayangnya perjanjian kerja bersama ini tidak melaporkan ke Dinas PMPTSPTK, “terangnya.

Karena belum dilaporkan, lanjut Nur Jatim, maka tidak terpantau perjanjian kerja bersama ini. “Perjanjian kerja bersama ini ditandatangani oleh ABK sewaktu-waktu akan berangkat,” terangnya. Seharusnya ABK ini menjadi tanggung jawab nakhoda KM Penelope, karena perjanjiannya dengan nakoda.

Terpisah Agus Rianto, Ketua Komisi III meminta izin kepada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan tenaga kerja (DPMPTSPTK) Kota Probolinggo untuk menertibkan perjanjian kerja bersama ABK. Bahkan semestinya ada dari dinas terkait untuk menertibkan kapal-kapal itu.

“Karena ABK selalu berganti-ganti, tergantung siapa yang mau ikut, tidak sama orangnya. Jika bukan pekerja tetap tetap hanya selama berlayar itu. Pelaporan kesyahbandaran pasti ada, “ujarnya.

Penertiban kapal ini terkait masalah pelaporan kerja bersama antara nakhoda dan ABK. Karena melihat kejadian yang terjadi pada ABK KM penelope, ternyata bekerja tidak dilaporkan. Agus menjelaskan bahwa masalah yang terjadi ini berawal antara ABK dengan tekkong atau nakhoda. Perusahaan yaitu PT Berkah Aneka Laut (BAL) telah mentransfer pembayaran gaji ABK dengan cara transfer kepada nakhoda.

Masalahnya nakhoda, escaping beserta uang dari perusahaan untuk ABK. Alhamdulillah perusahaan tidak lepas tangan dan mau tanggung jawab dengan pria- mengambil alih masalah ini dengan penyelesaian gaji ABK, “tuturnya.

Politisi PDIP ini memastikan bahwa pembayaran telah dilakukan hak ABK dilakukan setelah Imlek. “Namun harus ada batas waktu, maka kami beri waktu 10 hari. Informasinya akan ada pertemuan lagi dan kami kawal utnuk penyelesaian ini, “tambahnya.(Wap)

Tags: