Ada 112 Kasus DBD, 2 Orang Nyawa Melayang di Bojonegoro

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro dr. Whenny Dyah Prajanti (Achmad Basir/bhirawa)

Bojonegoro,Bhirawa
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro dr. Whenny Dyah Prajanti menyatakan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro tercatat 112 kasus. Dinas Kesehatan menghimbau masyarakat waspada musim penghujan tiba.

” Di tahun 2022 per tanggal 17 Januari ini, dua pasien dari total 112 kasus DBD meninggal dunia yaitu berasal dari Kecamatan Kedungadem dan Kecamatan Trucuk,” jelasnya, kemarin (20/1).

Adapun upaya dari pihak Dinkes untuk mencegah terjadinya DBD, pihaknya melakukan gerakan satu rumah satu jumantik dan tetap memberikan edukasi kepada masyarakat, baik melalui siaran melalui radio, siaran keliling, melakukan penyuluhan ke Desa-desa.

” Karena dengan gerakan pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) merupakan satu satunya cara untuk menghindari terkena virus tersebut, dan itu harus dilakukan seluruh masyarakat agar terhindar dari DBD,” tandasnya.

Pihaknya mengimbau agar gerakan PSN dilakukan seluruh masyarakat secara serentak dan itupun hanya satu minggu sekali.

Adapun dalam 112 kasus DBD, ada beberapa Puskesmas yang memiliki kasus tertinggi, seperti, Puskesmas Kalitidu dan Puskesmas Wisma Indah masing masing sejumlah 15 kasus.

” Kemudian, Puskesmas Ngasem 13 kasus dan Puskesmas Bojonegoro ada 12 kasus,” jelasnya.

Dia menegaskan, seluruh warga Bojonegoro diminta untuk waspada dengan potensi merebaknya serangan DBD dengan mengoptimalkan 3M, Menguruas, Menutup dan Mengubur.

” Pemberantasan sarang nyamuk atau PSN tetap harus dilaksanakan dan menjadi perhatian warga masayarakat. Jika ada gejala segera menghubungi petugas medis terdekat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19,” katanya.

Wheny berharap, semoga kasus DBD kian hari kian mereda bahkan sampai hilang dari Kabupaten Bojonegoro khususnya. [bas.gat]

Tags: