Adepsi Jatim Pilih Netral Dipilpres 2014

peserta-pilpres-2014Kab Malang, Bhirawa
Ketua DPD APDESI Provinsi Jatim, Mohamad Nizar Zahro, Rabu (18/6) kemarin, melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Adepsi) Kab Malang periode 2014-2019, di Pendapa Pemkab Kepanjen, Kab Malang.
Menurut Zahro, organisasi Adepsi merupakan organisasi kemasyarakatan dan bukan organisasi seperti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sehingga Adepsi juga bukan organisasi underbond salah satu partai politik (Parpol).  ”Adepsi dibentuk untuk memberikan perlindungan kepada perangkat kepala desa, serta untuk menyalurkan aspirasi yang diinginkan anggotanya maupun masyarakat,” ujarnya.
Sehingga, lanjut Zahro, Adepsi ini juga merupakan organisasi masyarakat seperti yang lainnya. Hanya saja, Adepsi itu anggotanya kepala desa dan perangkat desa. Memang kini jika Adepsi dilirik beberapa Parpol agar mau mendukung salah satu calon presiden (Capres). Namun, secara organisasi tak berpihak ke mana-mana, tapi secara personal kita serahkan pada masing-masing kepala desa. Sehingga Adepsi tak ada keterikatan terhadap salah satu Parpol dalam pemilihan presiden (Pilpres).
Namun, Zahro hanya menghimbau kepada pengurus dan anggota Adepsi, agar kepala desa sebaiknya bersikap netral terhadap Pilpres. ”Jika mempunyai pilihan pada salah satu Capres, sebaiknya dituangkan pada saat pencoblosan. Karena jika kepala desa terjun langsung dalam mendukung Capres, dikhawatirkan akan timbul persoalan baru di wilayah desanya,” tegasnya.
Karena itu, kata Zahro, kepala desa itu sebagai pejabat publik di tingkat pemerintah desa harus bersikap bijak terhadap pesta demokrasi dalam memilih calon pasangan presiden. Sementara, wilayah desa merupakan barometer keamanan disaat Pemilu. Sebab, masyarakat desa sangat berpotensi terhasut oleh orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri atau kelompoknya.
“Maka kepala desa dan perangkat desa harus bisa memberikan rasa aman terhadap rakyatnya, agar di wilayah desa tak terjadi konflik antar warga, yang disebabkan dukung mendukung Capres,” terangnya.
Zahro sangat percaya, jika masyarakat desa kini lebih cerdas dalam memilih pemimpinnya. Karena jika memilih pemimpin salah, maka dalam lima tahun kedepan tak hanya masyarakat desa tidak menemukan perubahan dan kesejahteraan, tapi seluruh masyarakat Indonesia juga akan merasakan keterpurukan karena salah memilih pemimpin. [cyn]

Tags: