Afdhal Awali Mudik

Hampir seluruh pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) dan industri skala rumah tangga, telah menutup usaha, mempersiapkan diri mudik lebaran. “Peburuan” rezeki selama hamper setahun, di kota besar dianggap cukup. Diperkirakan sebanyak 50 juta jiwa pelaku UMKM dan IKM, mengawali mudik, pekan petama bulan April. Bersamaan, sepertiga akhir bulan Ramadhan, berbagai pelabuhan kapal, bandara, dan terminal, telah dipadati penumpang.

Pelabuhan Merak, akan menjadi paling sibuk di dunia. Sekaligus menjadi prioritas perhatian pemerintah. Terutama penyediaan kapal besar dengan kecepatan tinggi. Sebagai “jembatan” pulau Jawa dengan Sumatera, Pelabuhan Merak akan memiliki volume kerja paling kerap. Sehingga seluruh sarana dan prasarana harus dalam keadaan siap menerima beban kerja tinggi. Juga terdapat penambahan petugas, sampai tiga kali lipat. Beberapa periode mudik, kepadatan antrean di pelabuhan Merak mengular sampai exit tol Cilegon.

Tetapi kesiapan kerja di Pelabuhan Merak (dan Bakauheni), masih sangat bergantung pada “ke-ramah-an” cuaca. Bisa dipastikan, manakala kecepatan angin berhembus di atas 20 knot, sangat mengganggu proses bongkar muat. Maka kesiagaan juga meliputi faktor keselamatan di Pelabuhan. Termasuk kukuh pada aspek ke-syah bandar-an, dan peraturan penyeberangan. Aspek keselamatan meliputi pemisahan kendaraan besar, antrean bermuatan, dan kendaraan kecil.

Unit paling penting, adalah kesiapan kapal dalam proses labuh dan berlayar. Harus dilakukan ramp check terhadap kapal-kapal laut menjelang mudik Lebaran 2024. Persiapan hampir sama juga dilakukan pada Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi, Jawa Timur) – Gilimanuk (Jembrana, Bali). Serta Pelabuhan Padang Bai – Lembar, yang menghubungkan pulau Bali dengan Lombok.

Moda transportasi laut, masih menjadi pilihan popular masyarakat. Karena harga tiket cukup terjangkau. Beberapa Pelabuhan akan mulai dipadati sejak awal bulan April. Antara lain pelabuhan Soekarno – Hatta (Makasar), pelabuhan Gorontalo, Parepare, Donggala (di Silawesi Tengah), Kendari, dan Buton (di Sulawesi Tengah), sudah menurunkan ribuan penumpang. Pelabuhan di seantero Maluku lazim sangat ramai pada mudik lebaran. Terutama pelabuhan Tobelo (kabupaten Halmahera), dan pelabuhan Galela (di Halmahera Utara).

Mudik lebaran dengan perjalanan darat di seantero pulau Jawa akan menjadi yang paling sibuk. Termasuk melalui ruas jalan tol, dan penambahan jalan tol baru (fungsional) yang belum diresmikan. Ada jalan tol sepanjang 2.620 kilometer, terbentang di 73 ruas. Sekitar 63% lebih (1.782,47 kilometer) jalan berada di pulau Jawa. Menyusul di Sumatera 28,16% (738,46 Km), Di Kalimantan, juga terdapat jalan tol, sepanjang 97,27 kilometer. Serta seantero Sulawesi sepanjang 61,46 kilometer.

Fasilitasi mudik lebaran tahun (2024) makin semarak. Beberapa Perusahaan swasta nasional, dan BUMN menyediakan armada bus gratis ke berbagai tujuan mudik. Terutama Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Begitu pula Pemerintah pusat (dan daerah) bersama Ormas Keagamaan (antaralain Nahdlatul Ulama) menyediakan angkutan mudik gratis. Serta angkutan khusus kargo gratis mengangkut sepedamotor pemudik.

Pemda DKI Jakarta tahun (2024) ini menyediakan bus gratis untuk mudik, dan untuk arus balik. Fasilitasi mudik akan mengantar warga pulang kampung, dengan enam trayek (propinsi), meliputi 19 kota tujuan mudik utama. Walau banyak fasilitasi transportasi mudik, seluruh perusahaan angkutan tetap laris. Menjadi periode panen seluruh moda transportasi (penumpang, dan barang).

Mudik lebaran telah menjadi kewajiban tradisi. Bahkan tidak mudik dianggap mengingkari adat tradisi, dihukum pengucilan sosial. Kecuali yang sakit, serta “apes” (secara ekonomi, dan terkena musibah) boleh tidak mudik. Mudik, tidak lupa membawa rezeki hasil bekerja selama setahun. Menjadi berkah kemakmuraan di kampung.

——— 000 ———

Rate this article!
Afdhal Awali Mudik,5 / 5 ( 1votes )
Tags: