AFPI Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Negara Indonesia

Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi di salah satu booth Fintech Exhibition 2019 di SCC Pakuwon Trade Center Surabaya. [achmad tauriq/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Mendukung pemerataan literasi keuangan digital di Indonesia, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Fintech Exhibition 2019 di Surabaya dengan harapan mampu melakukan penetrasi pasar hingga ke pelosok negeri termasuk kepedesaan di Jawa Timur khususnya.
Kegiatan yang digelar di SCC Pakuwon Trade Center Surabaya ini merupakan salah satu komitmen dan inisiatif berkelanjutan AFPI dan anggota penyelenggara untuk aktif berkontribusi mendukung program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Indonesia.
Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi mengungkapkan, Surabaya sebagai ibu kota dan juga pusat perekonomian Jawa Timur menjadi bagian dalam peningkatan industri fintech lending. Acara ini ditujukan kepada seluruh warga kota Surabaya untuk memperoleh informasi secara transparan terkait industri yang tumbuh dengan sangat cepat di Indonesia selama tiga tahun terakhir.
“Dengan acara ini, kami berharap masyarakat Surabaya semakin mengetahui dan teredukasi mengenai industri fintech lending yang berizin dan terdaftar di OJK. Sehingga ketika ingin bertransaksi menggunakan industri ini sudah bisa membedakan mana fintech lending yang resmi dan mana yang ilegal,” terangnya, Senin (2/12).
Fintech Exhibition Surabaya 2019 yang mengambil tema #MulaiDenganFintech ini dikemas dengan Talkshow, Exhibition, dan Entertainment serta menghadirkan beragam informasi produk dan layanan dari 70 perusahaan penyelenggara fintech lending di Indonesia.
Adrian menambahkan selain memperoleh informasi, masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya juga dapat menikmati berbagai penawaran khusus dari para penyelenggara yang hadir kali ini. Mereka secara langsung dapat melihat platform Fintech mana saja yang terdaftar melalui acara ini selain dengan mengakses di website OJK dan AFPI.
Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendata Jawa Timur menjadi daerah ketiga dengan penyaluran pinjaman terbesar di Indonesia pada industri fintech lending. Setidaknya, penyaluran pinjaman di Jawa Timur mencapai Rp 6,63 triliun per 30 September 2019 atau sekitar 11 persen dari total akumulasi penyaluran pinjaman secara nasional sebesar Rp 60,4 triliun dengan transaksi peminjam (borrower) yang juga mengalami peningkatan hingga 261 persen persen year-to-date mencapai 5.812.821 akun borrower.
“Dalam industri fintech lending, para penyelenggara tidak hanya mencari mereka yang membutuhkan dana atau pinjaman sebagai borrower tapi juga mereka yang ingin menginvestasikan dana mereka sebagai lender. Harapan kami melalui diskusi ini mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat secara umum bahwa Fintech P2P Lending tidak hanya menawarkan bentuk pinjaman namun menjadi solusi investasi bagi mereka dalam mempersiapkan perencanaan keuangan di masa depan,” jelas Adrian.[riq]

Tags: