Agustus 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka Jatim Turun 0,07 Persen

(8,65 Persen Lulusan SMK Baru, Tidak Terserap Dunia Kerja)

Pemprov Jatim, Bhirawa
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. TPT Jatim pada Agustus 2019 sebesar 3,92 persen, mengalami penurunan 0,07 persen poin dibanding TPT Agustus 2018 sebesar 3,99 persen.
Berkurangnya pengangguran di Jatim antara lain disebabkan serapan disektor akomodasi dan makan minum yang cukup bagus, dan transport dan pergudangan, juga jasa pergudangan. Walaupun di sektor pertanian terjadi pengurangan tenaga kerja sebanyak 198 ribu orang. “Salah satu faktor pengurangan tenaga kerja di sektor pertanian, adanya kekeringan yang panjang sehingga mereka beralih ke profesi lain,” ujar Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, kemarin.
Ia mengatakan, dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan pada Agustus 2019, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi diantara tingkat pendidikan yang lain, yaitu sebesar 8,65 persen. “Membaca angka tersebut, persentase sekolah kejuruan yang tidak terserap di lapangan kerja dibagi dengan lulusan sekolah kejuruan itu. Jadi bukan berarti dari jumlah orang yang menganggur itu 8,65 persen lulusan SMK. Namun, SMK yang lulusannya tidak terserap yaitu 8,65 persen,” ujarnya.
TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,07 persen. Dibandingkan Agustus 2018, TPT lulusan SMA mengalami kenaikan sebesar 0,76 persen poin, sedangkan untuk tingkat pendidikan yang lain mengalami penurunan. “Dengan kata lain, masih terjadi permasalahan titik temu antara tawaran tenaga kerja lulusan SMK/SMA di Jatim dengan tenaga kerja yang diminta di pasar kerja,” kata Teguh.
Sebaliknya, TPT terendah terdapat pada pendidikan SD kebawah sebesar 1,54 persen. “Kenapa pendidikan rendah sedikit, karena bukan dari kelompok ekonomi kuat. Jadi penduduk dengan pendidikan rendah cenderung menerima tawaran pekerjaan apa saja untuk bertahan hidup,” katanya.
Dikatakannya, penyerapan tenaga kerja di Jatim hingga Agustus 2019 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan SD ke Bawah sebanyak 9,25 juta orang (44,79 persen), SMP sebanyak 3,78 juta orang (18,31 persen), SMA sebanyak 3,07 juta orang (14,84 persen), dan SMK sebanyak 2,38 juta orang (11,54 persen).
Penduduk bekerja berpendidikan tinggi (Diploma ke Atas) ada sebanyak 2,17 juta orang (10,51 persen) mencakup 0,37 juta orang pekerja berpendidikan Diploma dan 1,80 juta pekerja berpendidikan Universitas. Dalam setahun terakhir, persentase penduduk bekerja yang meningkat di Jatim adalah mereka yang berpendidikan SMK (0,79 persen poin), Universitas (0,51 persen poin), Diploma (0,19 persen poin), dan SMP (0,01 persen poin). Sementara itu penurunan persentase terjadi pada penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah (1,40 persen poin) dan SMA (0,10 persen poin).[rac]

Tags: