Ajak Ratusan Pelajar Mencintai Lingkungan dengan Goresan Crayon

28-melukisKota Surabaya, Bhirawa
Pameran berbagai karya seni bertema lingkungan sekaligus pameran karya seni barang-barang ramah lingkungan digelar di Surabaya. Pameran ini diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan.
Selasa (27/5) pagi komplek Balai Pemuda Surabaya di Jl Yos Sudarso padat dengan anak-anak sekolah yang mengisi liburannya dengan belajar. Dengan membawa bangku untuk jadikan matras dan perlengkapan mewarnai, sekitar 500 pelajar TK-SD se-Surabaya mendatangi komplek didampingi orangtuanya.
Sambil mempersiapkan peralatan mewarnai, anak-anak dibagi menjadi dua kategori dalam lomba mewarnai yang menjadi rangkaian acara Green Art Surabaya 2014 ini. Kelompok TK dan kelompok SD memulai memberikan warna pada lembaran yang sudah dibagikan panitia. Dengan wajah serius dan penuh konsentrasi mereka menuangkan ide kreatifnya dalam sebuah gambar yang bertema lingkungan itu. Pemilihan-pemilihan crayon warna menentukan nilai hasil akhirnya.
Tak hanya lomba mewarnai bagi para pelajar, even ini juga memamerkan beberapa karya dari tangan-tangan kreatif seniman asal Surabaya. Tidak hanya patung dari bahan barang-barang bekas, pada pameran yang digelar sejak Sabtu (24/5) tersebut, juga ditampilkan karya lukis dan seni rupa, pameran foto dan beberapa lomba mengenai lingkungan hidup yang diikuti sejumlah pelajar di Surabaya dan sekitarnya.
Beberapa karya foto yang ditampilkan peserta pameran di antaranya memilih objek aneka sampah yang mengapung dan mewarnai sungai-sungai. Juga rusaknya tanaman di Taman Bungkul, serta kawasan-kawasan langganan banjir yang ada di Surabaya.
Tim penilai lomba, Muit Arsa mengatakan hasil pewarnaan dari pelajar TK-SD se-Surabaya sangat membingungkan panitia untuk menentukan pemenang. Karena hampir seluruh peserta lomba mampu membuat  gradasi warna yang dituangkan dalam lembaran dengan apik.   ” Dari banyaknya peserta yang ikut lomba ini, kami kewalahan dalam menilai. Ternyata ide-ide adik-adik kita sangat kreatif dalam memilih pewarnaan dan penggabungan dari beberapa crayon mampu menjadikan  gambar yang semula polos menjadi hidup,” terang Muit yang juga seniman lukis di Surabaya.
Dari jumlah ratusan peserta, tambah Muit,  tim penilaian lainnya tetap berpacu pada tema yaitu lingkungan. Setelah melalui penjurian yang cukup ketat, juara 1 untuk kelompok SD diraih oleh Fiorella yang sekarang masih duduk di bangku kelas VI dan kelompok TK diraih Tiara Rizka.
Ketua Green Art Surabaya 2014, Bagus Mpu Batu menjelaskan, melalui acara tahunan ini pihaknya memngangkat tema gerakan cinta lingkungan ‘1.000 Karya Untukmu’. Melalui gelaran ini diharapkan mampu menjadi wadah buat seniman, sanggar, komunitas, maupun warga Surabaya berapresiasi untuk berkarya menuangkan ide kreatifnya sehingga Surabaya tidak kalah dengan kota lain. Bahkan bisa menjadi tolok ukur kota yang mampu bersaing secara positif dalam berkesenian dan berkarya.
” Ke depannya ide karya yang telah tertuang secara kreatif dan nyata ini nantinya diharapkan mampu mendapat tempat yang layak. Kami berharap Pemkot Surabaya dapat memberi tempat berupa ‘kedai kaca’ atau ‘kedai kreatif’ di setiap taman kota,” terangnya.
Penasihat Agus Koecing menambahkan pameran ini merupakan bagian dari kampanye untuk mengajak segenap masyarakat mencintai lingkungan hijau di sekitarnya. Karena dengan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungannya, keberlangsungan hidup dapat bertahan lebih lama.
“Kampanye atau penyadaran untuk mencintai lingkungan satu di antaranya adalah dengan cara-cara seperti ini. Masyarakat disodori langsung kondisi-kondisi yang ada di sekitarnya. Dengan cara itu, biasanya masyarakat percaya dan mulai memilih cara-cara hidup yang lebih sehat dengan lingkungan,” terangnya. [geh]

Tags: