Ajak Warga Tanam Mandiri, Ubaya Bagikan 30 Stater Kit

Tim Ubaya bersama warga dalam gerakan menanam mandiri di pekarangan.

Peringati Hari Pangan Sedunia
Surabaya, Bhirawa
Universitas Surabaya (Ubaya) membagikan starter kit berkebun di sekitar kepada warga disekitar kampus. Gerakan menanam mandiri di pekarangan rumah ini digawangi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dan Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan (Pusdakota) Ubaya dalam memperingati Hari Pangan Sedunia (World Food Day) ke-75 kali ini bertema Grow, Nourish, Sustain, Kamis (15/10).
Melalui peringatan ini, LPPM bersama Pusdakota Ubaya bergerak ingin mengajak warga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pangan dengan mulai menanam sayur dan buah secara mandiri di pekarangan rumah.
“Aktivitas ini juga menjadi alternatif menghilangkan rasa bosan selama pandemi di rumah. Beragam manfaat dapat diambil dari kegiatan berkebun. Selain untuk memastikan kebutuhan nutrisi pangan diri sendiri atau keluarga, kebiasaan ini dapat memberikan dampak keberlanjutan dalam menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi seperti ini,” ungkap salah satu tim Pusdakota Ubaya, Rizal Ahmad Ramadhanny.
Lebih lanjut, kebutuhan nutrisi dan ketersediaan pangan yang berkualitas saat pandemi Covid 19 merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh.
“Kegiatan ini juga membantu warga dalam mengoptimalkan lahan kosong di lingkungan sekitar dengan penanaman bibit sayur dan buah. Apalagi aktivitas berkebun memiliki efek jangka panjang dalam menggerakkan sektor perekonomian warga yang terdampak pandemi melalui jual beli hasil panen,” jabarnya.
Dalam kesempatan ini, Tim Ubaya membagikan 30 starter kit berkebun yang terdiri dari bibit sayur dan buah, pot tanaman, media tanam berupa tanah dan pupuk, serta polybag. Bibit sayur dan buah yang diberikan kepada warga yaitu kangkung, bayam hijau, dan terong. Warga juga mendapatkan satu tanaman sayur atau buah yang sudah tumbuh dari kebun Ubaya Training Center (UTC). Beberapa tanaman yang dibagikan seperti sawi, daun bawang, pagoda, selada, kangkung, dan tomat.
“Pemilihan bibit serta tanaman yang diberikan kepada warga merupakan hasil diskusi akan kebutuhan konsumsi dan kondisi warga setempat,” katanya.
Pemberian bibit sayur dan buah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian warga dalam hal pengadaan tanaman. Salah satunya dengan budidaya tanaman secara mandiri. Nantinya, hasil panen tersebut bisa menjadi bahan pangan yang dapat diolah dan dikonsumsi oleh warga.
“Starter kit berkebun dibagikan ke tiga RT di RW 07 Mejoyo yaitu RT 03, RT 04, dan RT 06. Kami berharap melalui kegiatan ini warga terdorong untuk melakukan aktivitas budidaya tanaman di sekitar rumah. Ini bisa menjadi solusi menghemat pengeluaran untuk membeli bahan pangan dan aktivitas baru yang menyenangkan selama di rumah saja saat pandemi,” pungkasnya.
Ketua RT 4 Mejoyo, Anis Choiroti mengungkapkan, sejak 2018 warga sudah menanam tanaman pangan. Kalau sayur kami sudah rutin menanam dan selama ini dipanen untuk dimakan sendiri.
“Inginnya kami bisa membudidayakan tanaman yang bisa dipasarkan di luar RT juga. Dengan kegiatan Ubaya setidaknya bisa lebih banyak warga yang sadar akan perlunya berkebun untuk ketahanan pangan karena sosialisasi dan pembagian bibit yang merata pada seluruh warga,” paparnya. [ina]

Tags: