Ajudan Bupati Nganjuk Bersaksi Dipersidangan Dugaan Suap Eks Bupati

Ajudan Bupati Nganjuk Bersaksi Dipersidangan Dugaan Suap Eks Bupati

Surabaya, Bhirawa.
Sidang dugaan kasus suap mantan Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (26/11). Sidang kali ini beragendakan pemeriksaan saksi mahkota, yakni Ajudan Bupati, M Izza Muhtadin.

Pada sidang yang digelar, M Izza Muhtadin menjadi saksi untuk atasannya tersebut meralat hampir semua jawaban pada berita acara pemeriksaan (BAP), khususnya soal aliran uang. Izza membantah aliran uang syukuran yang diterima dari pada camat ataupun pejabat lainnya yang dipilih, atas permintaan sang bupati.

Ia menyatakan, permintaan uang syukuran tersebut atas inisiatifnya, dan untuk kepentingan pribadi. “Itu atas inisiatif saya pribadi. Untuk kepentingan pribadi,” ujar Izza di persidangan.

“Uangnya saya bawa sendiri. Untuk kepentingan pribadi,” tambahnya.

Dalam persidangan Izza mengaku menyesal atas apa yang terjadi hingga turut menyeret atasannya tersebut ke meja hijau. Izza pun meminta maaf kepada Bupati Novi bahwasanya selama ini dia berkelit tidak mengakui karena ketakutan ingin menyelamatkan dari perkara ini. Ia juga mengaku ingin menyelamatkan hasil dari harta-hartanya.

Terdakwa juga mengakui bahwa uang-uang tersebut digunakan untuk karaoke bersenang-senang dan membeli mobil.

Ia pun menyatakan apa yang disampaikan di persidangan adalah sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Bahkan meskipun ketua majelis hakim mengingatkan jawabannya bisa memperberat hukuman, Izza tetap teguh dengan jawabannya di persidangan tersebut.

“Karena ini sesuai dengan apa yang ada di lapangan. Saya sudah bersumpah di bawah Al-Quran untuk memberikan kesaksian yang sebenar-benarnya,” kata Izza. (bed)