Akbar Lebih Tepat Dampingi Jokowi

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Minggu (13/4)

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Minggu (13/4)

Jakarta, Bhirawa
Direktur Eksekutif Indo Strategi Andar Nubowo menilai di antara politikus senior Partai Golkar Akbar Tandjung lebih tepat mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.
“Akbar Tandjung meskipun berasal dari luar Jawa, memiliki kepribadian yang lembut seperti orang Jawa,” kata Andar Nubowo pada diskusi “Menakar Capres-Cawapres Jawa-Luar Jawa 2014” di Jakarta, Minggu.
Menurut Andar, Akbar Tandjung yang memiliki latar belakang sebagai politikus murni sehingga lebih memahami peta politik nasional dan karakter yang lembut. Maka, pasangan Jokowi-Akbar akan berjalan lancar dan “smooth”.
Akbar yang pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Ketua Umum DPP Partai Golkar, serta menduduki jabatan menteri di kabinet, kata dia, memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.
“Pak Akbar memiliki Islam ‘credential’, yakni mampu membawa gerbong nasionalis dan massa Islam untuk mendukung pasangannya,” kata pimpinan lembaga survei dan konsultan politik ini. Meskipun Akbar berusia lebih tua daripada Jokowi, menurut Andar, dengan pengalaman di politik dan karakter yang lebih seperti orang Jawa, diyakini akan tahu diri pada posisinya sebagai calon wakil presiden.
Sebaliknya, kata dia, jika Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla dan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, Andar mengkhawatirkan akan terjadi “matahari kembar” karena Jusuf Kalla sebagai wakil presiden akan bertindak sebagai “the real president”.  Hal ini, kata dia, sudah diperlihatkan Jusuf Kalla ketika menjadi wakil presiden yang berpasangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 2004–2009.
Oleh karena itu, kata dia, pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009-2014, Susilo Bambang Yudhoyono kemudian mengajak tokoh lainnya, yakni Boediono, untuk menjadi wakil presiden.
Akbar SIap Maju Cawapres
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung saat konferensi pers di kediamannya, Minggu (13/4) kembali menyatakan kesiapannya maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2014 apabila ada capres dari partai politik lain yang meminta.
Dalam kesempatan tersebut, Akbar Tandjung juga menjelaskan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Golkar akan membahas perolehan suara Golkar yang tidak memenuhi target dan bahkan tidak memenuhi syarat untuk mengusung calon presiden.
“Partai Golkar menargetkan 30 persen suara pada pemilu legislatif 2014, tapi realisasinya hanya sekitar 14,5 persen,” kata Akbar Tandjung. Akbar menjelaskan, penurunan suara Partai Golkar kemungkinan karena Partai Golkar tidak optimal menjalankan fungsi-fungsi sosial-politiknya sebagai partai politik.
“Karena Partai Golkar sudah mengusung calon presiden sejak 2012, sehingga tidak fokus lagi menjalankan fungsi-fungsinya sebagai partai politik,” katanya.  [ant]

Rate this article!
Tags: