AKBP Handono Subiakto: Polres Tulungagung Mulai Uji Coba Tilang Elektronik

Kapolres Handono Subiakto memperlihatkan contoh pemberitahuan tilang elektronik pada Bupati Maryoto Birowo, Kamis (18/3).

Tulungagung, Bhirawa
Pengendara kendaraan bermotor di Kota Tulungagung kini harus lebih tertib dalam berkendara. Masalahnya, mulai Kamis (18/3), Polres Tulungagung melakukan uji coba perangkat elektronik traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik.

“Saat ini penerapan tilang elektronik ini baru uji coba dan bagi pelanggar akan diberikan teguran simpatik,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto usai menandatangani MoU penerapan tilang elektronik dengan Kantor Pos Tulungagung di Kantor Satlantas Polres Tulungagung, Kamis (18/3).

Penerapan tilang elektronik di Kota Marmer ini, menurut dia, yang pertama di wilayah eks Karesidenan Kediri. Bahkan untuk kamera pengawasnya tercatat merupakan yang terbaik se-Jatim.

“Kamera yang terpasang merupakan yang terbaik. Sistemnya sudah bisa mendeteksi pengendara motor yang tidak memakai helm,” bebernya.

Saat ini kamera yang pengadaannya mencapai Rp 1,2 miliar bersama perangkat pendukung lainnya tersebut sudah terpasang di Simpang Empat Tamanan Kota Tulungagung. Simpang Empat Tamanan tercatat sebagai jalan yang paling ramai dilalui kendaraan bermotor di Kota Tulungagung karena merupakan pertemuan antara jalan nasional dan jalan kabupaten.

Rencananya, tilang elektronik ini akan diberlakukan secara penuh dan tidak akan diuji coba lagi setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan launching secara nasional. “Mengenai waktunya belum ada pemberitahuan. Kami juga masih menunggu,” paparnya.

Kapolres Handono Subiakto selanjutnya menyatakan setelah diberlakukan penerapan tilang elektronik, pelanggar lalulintas nantinya diharuskan membayar denda melalui bank yang ditunjuk. “Kalau sampai 14 hari tidak ada konfirmasi pembayaran maka akan ada pemblokiran surat kendaraan ketika pembayaran pajak atau yang lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, perwira menengah polisi ini menandaskan pemberlakuan tilang elektronik juga mengurangi interaksi langsung antara petugas polisi lalulintas dan pelanggar lalulintas. “Ini akan mengurangi penyalagunaan yang dilakukan oleh oknum,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, yang hadir dalam acara penandatangan MoU itu menyambut baik penerapan tilang elektronik di Kota Marmer. Ia menyebut penerapan tilang elektronik akan menurunkan pelanggaran lalulintas.

“Kami akan terus bantu penganggaran pengadaan alatnya. Ini merupakan kolaborasi antara pemkab dan kepolisian,” katanya.

Menurut dia, kedepan pemasangan alat kamera pemantau untuk tilang elektronik tidak hanya akan di tempatkan di Simpang Empat Tamanan, tetapi juga di persimpangan jalan lainnya di Kota Tulungagung.

“Nanti kami tingkatkan pemasangan kamera di titik-titik tertentu. Secara teknis polisi yang akan menatanya pula,” ucapnya. (wed)

Tags: