Akibat Masa Tanam Tak Serempak, Petani Tembakau Diimbau Jaga Kualitas

Salah satu petani saaat merawat tembakau di Bojonegoro.

Bojonegoro, Bhirawa
Musim panen tembakau yang tahun ini hampir tidak serempak terjadi di areal Bojonegoro, ini dikarenakan musim tanam juga berlangsung tidak sama. Dengan demikian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro mengimbau para petani untuk menjaga kualitas tembakau. Sebab sebentar lagi akan memasuki musim hujan tentu akan mempengaruhi kualitas.

“Apalagi, para petani mulai menanam tembakau dan tidak serempak. Akhirnya berdampak ketika panen raya, jika kualitas hasil panen tembakau menurun pasti harga tembakau juga sebaliknya,” kata Kabid Pangan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, Imam Nurhamid, kemarin (14/9).

Masa tanam tembakau tahun ini diperkirakan tidak serempak. Karena sejumlah petani di Bojonegoro, yang seharusnya sekitar bulan Juni lalu mulai menanam tembakau ternyata masih ada yang menanam padi maupun palawija. “Hal tersebut dikarenakan masih ada hujan sehingga sebagian petani di Bojonegoro masih ada yang tanam padi,”ujarnya.

Ia mengatakan, di Kabupaten Bojonegoro petani di 22 kecamatan menanam tembakau. Yakni dengan luas areal tanam tembakau 10.371 hektare. Di antaranya Kecamatan Ngraho, Margomulyo, Tambakrejo, Ngambon, Sekar, Bubulan, Gondang, Temayang, Sugihwaras, Kedungadem, Kanor, Kepohbaru, Baureno, Sumberrejo, Balen, Sukosewu, Dander, Ngasem, Malo, Purwosari dan Padangan hingga Kasiman yang menanam tembakau.[bas]

Tags: