Akibat Pandemi Covid-19, UMK Bondowoso di 2021 Tak Ada Kenaikan

Kepala Bidang Hubungan Industrial Dan Jamsosnaker DPMPTSP Dan Naker Bondowoso, Totok Haryanto. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Dewan Pengupahan kabupaten Bondowoso mengusulkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Bondowoso pada tahun 2021 mendatang tetap sama dengan UMK di tahun 2020 yakni sejumlah Rp.1.954.705.75.

Yang artinya tidak ada kenaikan ditahun depan. Dimana rekomendasi tersebut diberikan kepada Bupati Bondowoso untuk kemudian diusulkan kepada Gubernur Jawa Timur.

Hal itu diketahui setelah dilakukan rapat pleno Dewan Pengupahan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Komite Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP dan Tenaga Kerja) Kabupaten Bondowoso. Rapat pleno tersebut digelar di Hotel Palm pada, Senin (9/11) kemarin.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Dan Jamsosnaker DPMPTSP Dan Naker Bondowoso, Totok Haryanto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/11), menjelaskan, bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi saat ini mengalami penurunan, yakni mencapai minus 5,12 %.

Hal tersebut kata dia, menyebabkan tingkat inflasi mengalami penurunan karena rendahnya daya beli masyarakat. Yang pula mengakibatkan, kemampuan perusahaan secara nasional secara otomatis juga ikut menurun. Karena jika UMK dihitung sesuai dengan formula yang ada, semestinya UMK pada 2021 turun.

“Kalau dipaksakan dengan cara itu, hasilnya pasti turun. Kasihan juga pekerja kita. Sehingga secara nasional di pusat itu, Kemenaker melalui SE menyesuaikan dengan UMK 2020,” jelasnya.

Totok Haryanto menerangkan, sesuai survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL), untuk memenuhi kebutuhan tiap bulannya, masyarakat Bondowoso diketahui menghabiskan sekitar Rp.1,8 juta lebih. Dengan begitu, besaran UMK 2020 masih bisa mengakomodir KHL pada tahun 2021 mendatang.

Ia pun mengaku, jika saat ini pihaknya menunggu surat keputusan Gubernur Jatim terkait penetapan UMK. Setelah itu, akan disosialisasikan kepada semua perusahaan di Bondowoso besaran UMK 2021. Yang dimungkinkan pada akhir bulan November 2020 sudah ada SK Gubernur Jawa Timur.

“Mungkin akhir November ini sudah ada SK Gubernur,” urainya.

Disamping itu, dengan penetapan UMK nantinya tidak semua perusahaan mampu menerapkan UMK yang telah ditetapkan. Kata Totok, karena adanya hal yang tergantung dengan masa kerja karyawan dan kemampuan keuangan perusahaan masing-masing.

“Tidak mungkin pekerja yang baru masuk, gajinya sama dengan yang sudah sekian lama. Kan begitu,” terangnya.

Namun seandainya pihak perusahaan dapat menerapkan ketentuan UMK, maka mereka menyesuaikan dengan jumlah karyawan. Karena jika dipaksakan, dikhawatirkan justru akan mengurangi jumlah karyawan diperusahaan tersebut.[san]

Tags: