Akreditasi, Menuju Perpustakaan Sekolah Berkualitas

Oleh :
Drs Sudjono, MM
Pustakawan ahli utama di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur

Akreditasi adalah pengakuan formal yang diberikan oleh badan akreditasi terhadap kompetensi suatu lembaga atau organisasi dalam melakukan kegiatan penilaian kesesuaian tertentu. Tujuan dari dilakukannya akreditasi secara umum adalah memberikan penilaian yang objektif transparan dan berkelanjutan terhadap pelayanan suatu program dan satuan pendidikan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Apapun tujuan dari pelaksanaan akreditasi ini yang pasti akan meningkatkan kinerja dari semua indikator dalam institusi yang akan atau yang sudah terakreditasi.

Perpustakaan sekolah sebagai bagian dari lembaga pendidikan dituntut untuk melaksanakan akreditasi. Akreditasi perpustakaan sekolah merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap arti penting eksistensi perpustakaan dan arti penting perpustakaan pada proses pendidikan di sekolah.

Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang berada pada satuan pendidikan formal di lingkungan pendidikan dasar dan menengah yang merupakan bagian integral dari kegiatan sekolah yang bersangkutan, dan merupakan pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. (Badan Standardisasi Nasional, 2009).

Dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dalam Bab II Pasal 9 (b) mengatur bahwa pemerintah berwenang mengatur, mengawasi dan mengevaluasi penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari ayat tersebut dapat didefinisikan bahwa Pemerintah berhak mengatur, mengawasi dan mengevaluasi penyelenggaraan semua jenis perpustakaan yang ada di seluruh wilayah Negara ini, termasuk diantaranya yaitu Perpustakaan Sekolah. Salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan adalah melalui Akreditasi Perpustakaan Sekolah.

Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dalam Bab I Pasal 1 (1) Perpustakaan adalah institusi pengelola karya tulis, karya cetak dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Adapun yang menjadi dasar akreditasi perpustakaan perguruan tinggi adalah dalam Pasal 18 UU No.43 Tahun 2007 yang berbunyi “Setiap perpustakaan dikelola sesuai dengan standar nasional perpustakaan”.

Kehadiran perpustakaan sekolah berguna untuk menunjang proses belajar baik itu siswa yang berada di sekolah dasar atau sekolah lanjutan, dengan menyediakan koleksi buku-buku pelajaran atau bacaan yang dapat menunjang proses pembelajaran, yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca.

Berangkat dari betapa pentingnya keberadaan perpustakaan sekolah dalam menunjang pendidikan dan pembelajaran, maka sangat penting pula dilakukan akreditasi perpustakaan sekolah. Tujuan dilakukannya akreditasi perpustakaan adalah untuk meningkatkan kepercayaan pemustaka terhadap kinerja perpustakaan serta menjamin konsistensi kualitas kegiatan perpustakaan. Sedangkan manfaat yang didapat dari akreditasi bagi perpustakaan adalah meningkatkan motivasi semua unsur yang terlibat dalam pengelolaan perpustakaan untuk meningkatkan kinerjanya.

Lembaga yang berwenang untuk melaksanakan akreditasi perpustakaan sekolah adalah Perpustakaan Nasional. Lembaga ini menyelenggarakan akreditasi perpustakaan sekolah setiap tahunnya, terhadap semua jenis perpustakaan, tidak hanya perpustakaan sekolah saja. Akreditasi masih dijadikan fokus penilaian kualitas suatu instansi atau lembaga pendidikan.

Ada tiga kategori penilaian hasil akreditasi dari tinggi ke rendah yaitu A, B, dan C. Lembaga pendidikan yang terakreditasi A nilainya lebih tinggi dari yang mendapatkan nilai B atau C. Ini sangat berpengaruh terhadap kualitas lembaga pendidikan di mata masyarakat. Akreditasi perpustakaan memfokuskan pada penilaian perpustakaan berdasarkan aspek-aspek penyelenggaraan perpustakaan baik secara kualitas dan kuantitas.

Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Berdasarkan pedoman akreditasi perpustakaan yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia disebutkan bahwa akreditasi perpustakaan merupakan rangkaian kegiatan proses pengakuan formal lembaga akreditasi perpustakaan yang menyatakan bahwa lembaga perpustakaan telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pengelolaan perpustakaan.

Akreditasi perpustakaan sekolah merupakan sesuatu yang baru. Sebelumnya perpustakaan sekolah merupakan komponen penilaian dari akreditasi sekolah. Tapi sekarang akreditasi perpustakaan sekolah dilaksanakan terpisah dari akreditasi sekolah. Lalu, apa saja persyaratan yang harus dipenuhi dalam akreditasi perpustakaan sekolah? Ada enam komponen yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan akreditasi perpustakaan sekolah. Keenam komponen tersebut adalah koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan, yang terakhir adalah komponen penguat. Setiap komponen terdiri dari beberapa indikator kunci. Nilai dari setiap indikator ini yang akan menentukan bobot suatu komponen.

Masing-masing komponen mempunyai nilai atau bobot yang berbeda-beda. Adapun nilai atau bobot tersebut yaitu koleksi 20%, sarana dan prasarana 15%, pelayanan perpustakaan 25%, tenaga perpustakaan 20%, penyelenggaraan dan pengelolaan 15%, komponen penguat 5%. Sedangkan indikator kunci dari semua komponen ada 84. Apabila dari keenam komponen tersebut dapat dipenuhi dengan baik, kemungkinan hasil nilai tertinggi akan diperoleh.
.
Tetapi keadaan setiap perpustakaan sekolah berbeda-beda. Ada perpustakaan sekolah yang sudah berjalan dengan baik sesuai fungsinya. Tetapi masih banyak juga perpustakaan sekolah yang masih belum berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini tergantung dari faktor yang mempengaruhi pengelolaan perpustakaan tersebut. Faktor tersebut antara lain pemangku kebijakan sekolah, pengelola perpustakaan/pustakawan, anggaran, dan dukungan warga sekolah.

Sungguh memprihatinkan kalau sebuah perpustakaan sekolah yang mempunyai peran strategis dalam mendukung keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah masih dipandang sebelah mata. Kondisi seperti ini membuat perpustakaan sekolah belum bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Lantaran itu, perpustakaan sekolah wajib melaksanakan akreditasi. Harapannya dengan melakukan akreditasi akan meningkatkan kepercayaan pemustaka terhadap kinerja perpustakaan serta menjamin konsistensi kualitas kegiatan perpustakaan sekolah. Semoga.

——— *** ———-

Tags: