Aksi Bersama di Hari Santri Nasional Kota Probolinggo 2020

Wali kota Hadi pimpin bersih-bersih obyek wisata.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Sebagai gerakan bersih bersih tempat wisata, dengan diluncurkannya program “gaul wis” di hari santri nasional 2020 di kota probolinggo, Wali kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mendukung penuh “gaul wis” merupakan gerakan aksi untuk lingkungan pariwisata kota Probolinggo. Dengan melibatkan semua kelompok masyarakat yang ada, termasuk santri, Minggu (1/11) di 11 distinasi wisata secara serentak.

Dihari santri nasional, dinas pemuda olah raga dan pariwisata kota Probolinggo meluncurkan program “gaul wis” atau program gerakan aksi untuk lingkungan pariwisata kota Probolinggo. Aksi ini mulai dari menjaga lingkungan wisata hingga melakukan bersih-bersih tempat pariwisata oleh semua lapisan masyarakat, baik santri, relawan, pemerintah hingga kelompok masyarakat sadar wisata.

Pemerintah kota probolinggo/ melalui dinas pemuda olah raga dan pariwisata meluncurkan program gerakan aksi untuk lingkungan pariwisata kota probolinggo atau “gaul wis” di hari santri nasional 2020 ini, merupakan hal yang positif dan harus didukung penuh, semua itu untuk kebagian bersama, ujar wali kota Habib Hadi.

Gaul Wis adalah Aksi santri peduli wisata merupakan Gerakan sadar wisata yang menciptakan ruang dialog, komunikasi dan interaksi social, berbagi pengalaman dan pemahaman tentang berbagai persoalan baik keagamaan, spiritualis sosial, seni budaya maupun ekonomi hingga peradaban sekaligus menjadi media pengenalan sapta pesona dalam era adaptasi kebiasaan baru bagi para santri dan masyarakat kota Probolinggo, Kata Habib Hadi.

Dengan Gaul Wis ini diharapkan, meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan pada destinasi wisata, meningkatkan semangat kebersamaan stakeholder pariwisata (santri, POKDARWIS, dan masyarakat), mempromosikan destinasi tujuan wisata kota Probolinggo, serta merintis berdirinya ponpes berbasis pariwisata di Kota Probolinggo, tutur wali kota Habib Hadi..

Program ini menitik beratkan pada saling menjaga lingkungan pariwisata untuk semua lapisan masyarakat baik kelompok masyarakat sadar wisata itu sendiri, santri, relawan, hingga finalis kang-yuk kota Probolinggo. Menggalang semua kelompok masyarakat untuk bersatu padu salung mengdukung satu sama lainnya guna menuju harapan kita bersama.

Kurangnya kebersamaan tentuanya tidak akan mampu melangkah sesuai dengan harapan, dengan gerakan Gaul Wis ini tentunya kita dukung untuk memajukan detinasi wisata di kota probolinggo. Dengan begitu maka akan menggerakkan pula di sektor ekonomi dalam pandemi yang terjadi saat ini, selain itu sektor wisata untuk masyaeakat agar lamncar dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Tidak mungkin hanya pemerintah saja yang melakukannya, semuanya kita gandeng, maka dengan kebersamaan ini saya yakin akan mampu memenuhi harapan kita semua, tegasnya.

Bagi wisatawan myang akan datang ke probolinggo di pastikan ataupun jaminan SOP protokol kesehatan, kenyaman, dan ketentraman dengan apa yang sudah kita siapkan, tandas Wali kota habib Hadi.

Setidaknya ada 11 tempat wisata yang melakukan gerakan aksi ini secara serentak, mulai sumber mata air sentong, pantai permata, amsterdam wiroborang, sumber mata air mutiara, sumber mata air ardi, dam wiroborang, T-W-S-L, M-P-C-B mayangan, B-P-R jrebeng lo, kompag jrebeng kidul dan sumber hidayah jrebeng kidul.

Santri sedang bersih bersih pantai Permata Pilang.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Salah satu sasaran aksi ini di sumber mata air sentong, sejumlah relawan, santri, pokdarwis, kelompok peduli lingkungan/ formalis dan finalis kang yuk bahu membahu membersih sumber ini agar terlihat indah dan asri, ungkap habib Hadi.

Pada hari libur di sumber mata air ini selalu ramai pengunjung khususnya pemancing, disini pengunjung dimanjakan banyak ikan nila, tak heran tempat ini tidak pernah sepi baik pagi siang dan malam.

Tempat lain yang menjadi fokus aksi “gaul wis” adalah pantai permata pilang, banyak phon cemara laut, membuat salah satu destinasi wisata ini asri dan cocok untuk sekedar melepas penas.

Lebih lanjut Habib Hadi Zainal Abidin, memngungkapkan program “gaul wis” ini merupakan program yang menyinergikan antara pemerintah, relawan kebersihan, kelompok masyarakat sadar wisata dengan santri pesantren, lingkungan tempat wisata harus ada moto BISA (bersih indah sehat aman).

Ke depan pada peringatan hari santri aksi semacam ini harus lebih semarak dan banyak melibatkan elemen masyarakat lagi, paparnya.

“Selama ini orang banyak yang belum tau tentamg pantai kita dan tempat wisata lainnya yang ada di kota Probolinggo. Untuk itu kita akan mempromosikan ini lewat media Cetak, TV maupun media sosial, karena pantai kita memiliki nilai sejarah dan keistimewaan yang mungkin banyak orang yang belum tahu contoh keindahan pantai permata pilang, keindahan sunset di sore hari dan juga air lautnya yang berbeda dari pantai-pantai yang lain,” katanya.

Kyai haji Nizar Irsyad ketua MUI (majelis ulama indonesia) kota Probolinggo mengatakan, dia menyambut baik kolaborasi yang melibatkan santri untuk kebersihan dan keindahan wisata di kota Probolinggo. Banyak obyek wisata yang mampu diidokasi guna meningkatkan perekonomian masyarakat yang sudah lama terpuruk akibat pandemi Covid 19 ini, tambahnya.(Wap/Adv)

Tags: