Aktivitas Wasto Setelah Memasuki Masa Purna Tugas dari ASN

Mantan Sekda Kota Malang Wasto berseragam Kader Lingkungan foto bersama Wali Kota Malang H Sutiaji disela aksi di depan Balai Kota Malang. [M Taufik]

Memberikan Perhatian pada Anak dan Istri serta Mengabdi Menjadi Kader Lingkungan
Kota Malang, Bhirawa
Terhitung mulai 1 Maret 2021 lalu, tugas Wasto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, sudah berakhir. Ia memasuki masa pensiun dan memilih jalan menjadi kader lingkungan dan memberikan perhatian pada keluarga.
Setelah tidak berseragam ASN Pemkot Malang, Wasto bersama komunitas barunya melakukan aksi sosial bersama. Contohnya seperti pada, Senin (1/3) lalu, Wasto bersama Komunitas Kader Lingkungan melakukan aktifitas di depan Balai Kota Malang.
Wali Kota Malang Sutiaji, yang mengetahui ada mantan bawahanya bersama dengan Kader Lingkungan, langsung menghampirinya. Beberapa saat kemudian mereka berbincang, dan foto bersama. Momen yang sangat berbeda karena Wasto sudah benar-benar kembali menjadi purna ASN.
“Kader Lingkungan sebuah komunitas yang sangat bagus. Saya salut dan bangga dengan Pak Wasto, meski sudah purna masih mengabdikan diri untuk lingkungan,” tutur Sutiaji.
Wasto sendiri merupakan pejabat yang pernah di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) sekarang lingkungan hidup. Dimasa dia menjabat Kader Lingkungan ini berdiri.
Menurut Wasto, berada di tengah Kader Lingkungan adalah sebuah kebanggaan, karena komunitas ini, banyak sekali memberikan perhatian lingkungannya. “Kader lingkungan ini, sudah lama berdiri kontribusinya untuk penghijuan dan lingkungan sangat tinggi, makanya saya sangat bangga bisa bersama mereka,” ujarnya.
Pria yang diangkat menjadi ASN sejak 1 Maret 1983 pernah mengemban beberapa jabatan. Seperti Kabag Hukum, Asisten, Staf Ahli, Kepala DKP, Kepala Bappeda dan sampai pada jabatan terakhirnya sebagai Sekda.
Wasto menyampaikan, selama 38 tahun menjadi ASN, dirinya mengaku lebih banyak mendedikasikan waktunya untuk urusan kantor. Karenanya, di masa pensiunnya ia akan lebih banyak meluangkan waktunya untuk keluarga. Terlebih, saat ini ia sudah memiliki cucu.
“Pada saat menjadi ASN, jujur saya selalu menomersatukan kegiatan di pemda karena konsekwensi dan tanggung jawab jabatan. Oleh karena itu setelah pensiun, dia akan memberikan perhatian kepada anak dan istri.
“Apalagi sekarang saya sudah punya cucu sehingga salah satu tugas pokok saya menjadi MC, yakni momong cucu,” kata dia.
Menurutnya, momen pensiun benar-benar akan ia manfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga termasuk dengan mertuanya. Mengingat, kedua orangtua Wasto telah meninggal.
“Pada saat bekerja, saya merasa belum maksimal berbakti pada orangtua. Jadi mumpung mertua saya masih ada, saya akan berbakti kepada mereka. Karena bagi saya berbakti pada orangtua itu sebuah keharusan, di atas segala-galanya. itu yang akan saya prioritaskan,” tambahnya.
Terkenal sebagai salah satu tokoh peduli lingkungan di Kota Malang, Wasto membuktikan dirinya aktif kembali sebagai kader lingkungan.
“Selama ini pada waktu menjabat sebagai sekda saya memang pasif dari kader lingkungan. Tapi setelah teman-teman tahu bahwa saya akan pensiun, teman-teman kader lingkungan meminta saya untuk aktif kembali,” ungkapnya.
Makanya dia langsung membuktikan terjun menjadi kader lingkungan, bersama kumunitasnya. “Karena saya memang mencintai lingkungan. Kalau bukan kita yang peduli terhadap lingkungan, siapa lagi. Di sisa hidup saya ini, saya ingin memberikan pengabdian pada lingkungan,” tandasnya. [M Taufik]

Tags: