Ali Imron: Waspadai Pilkades Sidoarjo Jadi Ajang Perjudian

Ali Imron. [alikus/bhirawa]

(Dibentuk Satgas Anti Botoh )
Sidoarjo, Bhirawa
Pendaftaran bakal calon dalam  Pilkades serentak tahun 2020 di Kabupaten Sidoarjo, pada 175 desa di 18 Kecamatan, dibuka serentak mulai Kamis, 22 Januari lalu hingga Kamis, 30 Januari mendatang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab Sidoarjo, Ali Imron, mengatakan pelaksanaan Pilkades di Kab Sidoarjo harus diwaspadai adanya kerawanan,  berupa munculnya perjudian Pilkades yang dilakukan oleh para botoh ( penjudi ).
“Karena itu, pihak Polresta Sidoarjo telah membentuk Satgas khusus. Berupa Satgas anti Botoh,” jelas Ali Imron, dihubungi Minggu (26/1) kemarin.
Satgas ini, kata Ali Imron, digagas oleh Polresta Sidoarjo, selanjutnya akan ditindak lanjuti di tingkat Kecamatan dan di tingkat desa. 
Sebelum hari H pencoblosan nanti, yakni pada 19 April 2020,  Satgas anti botoh ini, kata Ali Imron,  akan mendata orang-orang luar  yang masuk kedalam desa-desa yang ikut dalam Pilkades serentak 2020.
“Untuk mengeliminir masuknya para botoh dalam Pilkades, Warga luar desa yang masuk, akan ditanya keperluan dan tujuan apa masuk ke desa yang bersangkutan,” jelasnya.
Adanya para botoh dalam Pilkades ini, dianggap rawan dan bahaya. Dikarenakan, pelaksanaan Pilkades akan dijadikan ajang perjudian. Sehingga dimungkinkan,  calon Pilkades yang kuat bisa kalah suara. Sebaliknya, calon yang lemah,  bisa menjadi kuat. Karena suara di warga bisa dibeli oleh para botoh itu.
“Para botoh ini, bisa masuk ke desa sebelum hari H pencoblosan. Karena mereka mencari informasi dulu. Siapa calon yang kuat dan lemah,” kata pejabat senior di Pemkab Sidoarjo itu.
Kerawanan saat Pilkades serentak, lanjut Ali Imron, juga bisa terjadi saat hari H pencoblosan dan saat pasca pencoblosan. Ali Imron tidak menyebut, semua desa yang ikut dalam Pilkades serentak tahun 2020 ini, yakni 175 desa, rawan untuk dimasuki para botoh Pilkades tersebut.
“Ini yang harus kita cegah bersama-sama,” tegasnya kembali.
Para botoh dalam Pilkades serentak 2020 ini menurut Ali Imron, bisa berasal dari warga Sidoarjo sendiri, namun juga bisa berasal dari warga luar Kab Sidoarjo. Saat ini Tim Satgas Botoh perjudian tersebut sudah bergerak, yang dimotori aparat dari Babinkabtibmas di 18 Polsek di Kab Sidoarjo.
Ali Imron menjelaskan adanya tim Satgas anti botoh tersebut, baru ada di tahun 2020 ini. Pada Pilkades serentak tahun 2018 lalu , belum ada tim Satgas Anti Botoh.
Untuk mencegah kerawanan Pilkades serentak di Kab Sidoarjo tahun 2020, lanjut Ali Imron, nanti sebelum pelaksanaan Pilkades serentak, semua calon wajib mengikuti deklarasi damai. Yakni, semua calon harus siap untuk kalah dan siap untuk menang. (kus)

Tags: