Alumni Lemhannas Ajak Apindo Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi

Kegiatan Webinar Nasional Penguatan UMKM yang diselenggarakan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Apindo, Rabu (14/10) sore.

Surabaya, Bhirawa
Masa pandemi covid-19 terbukti telah membawa dampak serius pada kehidupan UMKM. Beberapa UMKM terpaksa gulung tikar karena pemberlakuan physical distancing yang ketat di beberapa daerah. Namun pada sisi lain, masa pandemi juga menjadi kesempatan bagi UMKM untuk tampil menghasilkan barang yang selama ini impor.

“Pandemi telah membuat beberapa produk kebetuhan masyakat yang selama ini impor terganggu pasokannya. Kondisi ini bisa jadi kesempatan bagi UMKM untuk memproduksinya sendiri,” kata Ketua Bidang UMKM Apindo Ronald Walla saat Webinar Nasional Penguatan UMKM yang diselenggarakan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Apindo, Rabu (14/10) sore.

Menurut Ronald Walla, potensi UMKM untuk menghasilkan barang menggantikan barang impor jelas sangat besar.

“Pelaku UMKM tinggal memastikan kekuatan produknya untuk kemudian dikembangkan lebih lanjut sehingga memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk impor,” jelas Ronal Walla.

Pandangan salah satu wakil ketua Ikatan Keluarga Alumni Alumni (IKAL ) Provinsi Jatim Ronald tersebut mendapat dukungan narasumber lain seperti Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Dr Mas Purnomo Hadi, MM, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo dan Pendiri Sekolah Ekspor Hanindita.

Bahkan ketiganya bermaksud untuk melakukan kolaborasi dalam mengembangkan UMKM di Jawa Timur.

Sebagai Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim Mas Purnomo Hadi, pihaknya telah mendirikan lokasi lokasi trading house yang bertujuan untuk melakukan pendampingan UMKM yang ingin berkembang di beberapa daerah. Sementara Sekolah Ekspor, jelas Hanindita juga siap memberikan pelatihan dan pembimbingan secara gratis bagai pelaku UMKM yang ingin membidik pasar Ekpors.

Kegiatan yang disponsori Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Komisariat Jatim didukung Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tersebut juga menghadirkan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki sebagai keynot speaker.

Dalam paparannya, Teten mengungkapkan bahwa secara umum bahwa UMKM mengalami masalah dalam dua sisi yakni problem supply dan demand. Dari sisi supply, beberapa UMKM mengalami kemacetan produksi sehingga modalnya tergerus. Imbasnya banyak UMKM yang terbelit pinjaman. Pemerintah jelas Teten memberikan bantuan berupa restrukturisasi pinjaman selama 6 bulan. Selain itu, pemerintah juga memberikan pinjaman dengan bungan rendah dan bahkan memberikan hibah pada UMKM yang unbankable. Sementara untuk persoalan karena turunnya demand, maka pemerintah jelas Teten sudah mealokasikan dana untuk memberi barang produk produk UMKM.

Ketua IKAL Jatim Rachmat Harsono saat membuka acara mengungkapkan kegiatan Webinar yang digelarnya tersebut sebagai upaya dan komitmennya untuk ikut membangkitkan UMKM di masa pandemi.

“Kami menyadari saat ini banyak UMKM yang terpuruk karena akibat dampak Covid-19,” jelas Rachmad Harsono. Sebagai organisasi yang menghimpun para alumni Lemhannas, jelas Rachmat IKAL Jatim terpanggil untuk ikut menyelesaikan persoalan kebangsaan.

“Semoga acara ini bisa ikut memberikan jalan keluar bagi UMKM untuk bisa kembali bangkit,” kata Rachmat penuh harap. (why)

Tags: