Alun-Alun Kota Probolinggo Kembali Dibuka, Prokes Tetap Dijalankan

Wali kota Hadi potong pita pertanda dibukanya kembali alun-alun. [wiwit agus pribadi]

Probolinggo, Bhirawa
Setelah sempat ditutup karena harus dilakukan perbaikan, Alun-alun Kota Probolinggo akhirnya kembali dibuka, Minggu sejak (31/1) pagi. Tapi masyarakat jangan senang dulu, karena apabila masyarakat yang beraktivitas di Alun-alun tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes) maka tempat yang jadi jujugan banyak orang ini bakal ditutup kembali.
“Saya memahami banyak masyarakat yang menanti-nanti dibukanya Alun-alun ini. Akhirnya di tahun 2021, tepat di dua tahun refleksi kepemimpinan saya, Alun-alun kembali dibuka,” ujar Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Senin (1/2).
Alun-alun merupakan ikon yang dimiliki setiap daerah, untuk itu keberadaannya selalu menjadi perhatian masyarakat. Sebab di wilayah Alun-alun identik dengan wajah kota sekaligus pusat perekonomian, dimana banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) atau tempat kuliner berada di kawasan Alun-alun, termasuk di Kota Probolinggo.
“Tentunya pesan saya, tetap harus mengedepankan protokol kesehatan, hindari kerumunan-kerumunan. Apabila masih terjadi pemerintah harus tegas menutup kembali. Jadilah masyarakat yang peduli, disiplin karena situasi saat ini masih dalam masa pandemi Covid 19,” pesan Habib Hadi.
“Mau ke Alun-alun beraktivitas protokol kesehatan harus dilaksanakan, jika terjadi kerumunan akan ditutup kembali bukan karena Alun-alun belum selesai dibangun tetapi untuk menghindari kerumunan. Supaya tidak ditutup ayo saling menjaga, ayo saling disiplin,” tandasnya.
Wali kota menjelaskan, selama ini ada tahapan dalam pembangunan Alun-alun yang diawali dengan revitalisasi di bagian dalamnya. Tahun 2021 masih ada pembangunan kembali hingga nantinya Alun-alun akan lebih indah sehingga wisatawan yang turun dari stasiun atau kapal pesiar melewati Alun-alun akan senang dan terkesan.
Untuk itu, masyarakat diminta jangan membuang sampah sembarangan, jangan merusak wajah Alun-alun. “Dan yang pesan penting lainnya, jangan sampai Alun-alun menjadi tempat yang mencoreng nama Kota Probolinggo,” tutur mantan anggota DPR RI ini.
Sementara itu, untuk menindaklanjuti pembukaan Alun-alun Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Efendi akan mensiagakan sebanyak 4 personel yang terdiri dari Satpol PP dan TNI dimulai Minggu (31/1) pada pukul 15.00 sampai 21.00. Diketahhui, Kota Probolinggo mendapat bantuan 20 personil dari Yonkav Sidoarjo selama 10 hari ke depan untuk mendukung operasi yustisi.
“Kami setuju dengan pak wali, untuk memberi kelonggaran ruang publik. Tinggal kita lihat kondisi kedewasaan masyarakat setelah diberi kelonggaran seperti ini. Nantinya, masyarakat yang berolahraga diperbolehkan di Alun-alun tetapi jika berkerumun sekadar duduk-duduk dalam jumlah banyak maka akan kami tertibkan,” terang Agus Efendi.
Habib Hadi pun berpesan agar warga tak terlalu euforia dengan dibukanya kembali alun-alun. “Pesan saya, harus menerapkan protokol kesehatan. Menghindari kerumunan-kerumunan. Apabila masih terjadi kerumunan, maka alun-alun akan ditutup kembali,” tegasnya lagi.
Habib Hadi pun menjelaskan, untuk sementara ini, alun-alun juga belum bisa dipakai untuk kegiatan resmi. Sebab, alun-alun sendiri belum selesai dirapikan. Dengan dibukanya alun-alun bukan berarti untuk umum yang kegiatannya mengundang warga.
Diketahui, Alun-alun Kota Probolinggo ditutup sejak 2019 lalu karena tengah direhab. Proses rehab itu sempat mengalami keterlambatan hingga baru bisa dirampungkan tahun ini dan baru dibuka kembali Minggu (31/1).
Dibukanya kembali alun-alun itu pun direspons positif sejumlah warga. “Setiap hari minggu kesini, sama temen-temen. Bagus alun-alunnya, sudah beda dari yang dulu. Saya sendiri lebih suka alun-alun yang sekarang,” terang Kurnia, mahasiswi asal Probolinggo saat ditemui di alun-alun.
Ia pun tak keberatan dengan aturan penerapan protokol kesehatan (prokes) di kawasan alun-alun. “Sebenarnya, agak keberatan kalau harus memakai masker kesini. Tapi, berhubung sekarang masih musim Covid, jadi ya ndak papa,” imbuhnya.
Pemerintah kota menempatkan beberapa tulisan peringatan untuk mematuhi protokol kesehatan dipasang di alun-alun. “Alun-alun sudah lumayan bagus. Senang karena sudah ada tempat buat jalan-jalan sama olahraga juga. Semoga diperbaiki lebih baik lagi dan ditambah fasilitasnya,” harap Cung Samiyono, warga lain saat ditemui di alun-alun.
Dikatakannya pula dengan dibukanya alun-alun tersebut bukan berarti dibuka pula pasar Saptu dan Minggu yang juga duitutup karena menimbulkan banyak kerumunan. Pasar Tugu (Satu dan Minggu) tetap tutup dan akan dibukan nanti setelah situasi civid 19 sudah redah di kota Probolinggo, tambah Walikota Hadi. [wap]

Tags: