Alun-alun Tulungagung Berubah Jadi Taman

7-FOTO KAKI wed-Taman Alun-Alun Kota TulungagungTulungagung, Bhirawa
Spekulasi nama Alun-alun Kota Tulungagung terjawab sudah. Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE MSi mengungkapkan nama Alun-alun tersebut bakal berubah nama menjadi Taman Alun-Alun. “Kami rubah namanya ke fungsi asalnya. Namanya Alun-alun ya Alun-alun. Namanya menjadi Taman Alun-Alun, karena Alun-alun ada tamannya,” ujar Bupati Syahri, Selasa (17/6).
Sebelumnya, Alun-alun Kota Tulungagung bernama Taman Kusuma Wicitra. Penamaan Alun-alun ini diabadikan dengan pembangunan tugu nama Alun-alun yang posisinya berada di sebelah selatan.
Namun kiniĀ  tugu nama Taman Kusuma Wicitra sudah tidak ada lagi. Sepekan lalu tugu nama tersebut sudah dibongkar. Menurut Bupati Syahri Mulyo nama Taman Alun-Alun akan mudah diingat daripada nama Taman Kusuma Wicitra. “Jadi kita kembalikan ke fungsi semula. Fungsi Alun-alun,” tandasnya.
Ia menilai perubahan nama Alun-Alun Kota Tulungagung tidak akan bermasalah. Apalagi namanya belum dimasukkan dalam Peraturan Daerah (Perda) setempat.
Mantan anggota DPRD Jatim ini selanjutnya mengungkapkan pembongkaran tugu nama Taman Kusuma Wicitra akan semakin membuat Alun-Alun Kota Tulungagung kesannya tambah luas. “Nanti bakal ada air mancurnya juga dan ada sinar lampu warna warni. Lebih bagus dan menarik,” tuturnya sembari tersenyum.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK) Pemkab Tulungagung, Sutrisno ST MT, ketika dikonfirmasi Bhirawa, Senin (9/6), tidak mengelak jika pembongkaran tugu nama Alun-alun Kota Tulungagung bisa merubah nama tempat tersebut. “Bisa saja. Tapi sampai sekarang belum. Yang berwenang mengubah bupati. Entah saya tidak tahu apakah nama Taman Kusuma Wicitra sudah di-Perda-kan belum,” ujarnya.
Menurut Sutrisno, pembongkaran tugu nama Taman Kusuma Wicitra karena akan dibuat lebih bagus dan menarik lagi. “Pembiyaannya dilakukan oleh Bank Jatim. Itu katanya pakai dana CSR (Corporate Social Responsibility),” terangnya.
Kendati tidak rinci, mantan Kepala Bagian Pembagunan Pemkab Tulungagung ini selanjutnya mengungkapkan di tempat tugu nama Taman Kusuma Wicitra yang kini dibongkar akan difasilitasi air mancur dan lampu sorot. Biayanya tidak mencapai miliaran hanya ratusan juta rupiah saja. “Kira-kira seratusan juta saja,” tuturnya.
Alun-Alun Kota Tulungagung dalam sepuluh tahun terakhir dikenal sebagai salah satu tempat rekreasi gratis bagi warga Kota Marmer. Alun-Alun yang kini berubah menjadi layaknya taman kota tersebut cukup memanjakan bagi pengunjungnya. Selain rindang dengan pepohonan berbagai fasilitas ada di taman jantung Kota Tulungagung tersebut, seperti di antaranya permainan jembatan tali, batu pijat refleksi dan burung-burung merpati jinak yang bisa diberi makan oleh pengunjung.
Sebagian kalangan menilai nama Taman Kusuma Wicitra yang disematkan pada Alun-Alun Kota Tulungagung sudah benar adanya. Ini karena fungsi Alun-Alun sudah berubah menjadi taman kota bukan lagi Alun-Alun sebagaimana dulu yang fungsinya untuk kegiatan masyarakat. [wed]

Keterangan Foto:Siswa-siswi Taman Kanak-Kanak (TK) yang ditemani guru dan orangtuanya sedang bermain di area out bond Alun-Alun Kota Tulungagung, Selasa (17/6) kemarin. [wed/bhirawa]

Tags: