Ambil S2 Lagi

Nuning-RodiyahNuning Rodiyah
Perempuan pejuang pelayanan publik layak disandang Nuning Rodiyah yang saat ini menjabat sebagai Ketua Divisi Pelayanan dan Pengaduan Komisi Pelayanan Publik (KPP) Provinsi Jatim. Terbukti perempuan kelahiran Ponorogo 10 Desember 1979 ini, selama dua kali periode bergabung di KPP Jatim.
Nuning mengaku kalau dirinya memang suka bergulat dalam suatu organisasi. Pantas saja kalau aktivitasnya memang padat. Bagaimana tidak padat, ia juga aktif pada organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan, di antaranya di ICMI Jatim. Bahkan kegiatan lainnya juga dilakukannya seperti menjadi mahasiswa S2 di Universitas Airlangga Surabaya, sebagai pengajar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, hingga ikut berperan dalam PKK.
Aktivitas yang banyak itu, diakui Nuning, karena sejak awal dirinya memang menyukai travelling. “Dari travelling itulah, saya tidak berat dalam melakukan pekerjaan baik di KPP Jatim dan lainnya. Intinya memang pandai memanajemen waktu saja,” kata Nuning.
Terkait dengan kuliahnya, Nuning sebenarnya sudah pernah mengambil S2 di Universitas IAIN Sunan Ampel. Tapi, ia kini tengah mengambil pendidikan lagi yaitu S2 di Unair Surabaya. Ia mengambil program jurusan media dan komunikasi.
“Sebelumnya memang sudah S2 Pendidikan di Universitas IAIN Sunan Ampel Surabaya, tapi sekarang ambil S2 lagi di Unair untuk bisa memudahkan kerja di KPP Jatim,” kata Nuning yang dikenal¬† ramah terhadap media ini.
Nuning juga menceritakan, selama dua kali periode di KPP Jatim ada tantangan yang berbeda dengan periode sebelumnya. “Sekarang ini, upayanya lebih pada ke penguatan eksternal dengan memperkenalkan KPP pada publik hingga mempertahankan KPP,” katanya.
Selain itu, KPP pada periode kali ini dihadapkan pada dorongan ke instansi pelayanan publik agar mau menyelenggarakan pelayanan secara prima sehingga instansi tersebut menjadi minim keluhan dan bisa memberikan pelayanan dan sumbang saran yang akuntabel pada masyarakat.
Di sisi lain, ada duka yang menyertai di KPP Jatim. Duka itu adalah belum adanya asuransi keselamatan jiwa bagi seluruh anggota komisioner KPP. Padahal, tantangan yang dihadapi cukup besar karena berhadapan dengan berbagai macam karakter orang. “Ya karena anggaran kurang dan belum cukup untuk mengakomodir adanya asuransi ini,” katanya.
Dengan berbagai aktivitas yang padat dan tantangan yang cukup tinggi, Nuning terus mendapatkan semangat dari suaminya, Afin Kusani. “Suami saya sangat luar biasa memberikan izin untuk beraktivitas seperti ini. Apalagi terkadang sering ditinggal bertugas, semuanya tidak menjadikan kendala. Sejak awal, sama-sama bisa mengerti,” katanya.¬† [rac]

Rate this article!
Ambil S2 Lagi,5 / 5 ( 1votes )