Anak-anak Usia 7-15 Tahun Makin Berani Keluar Rumah Tanpa Masker

Tim Monev sedang memberikan edukasi kepada warga yang betugas di Check Point desa. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Lagi, hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan Tim dari ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemkab Sidoarjo di lapangan ternyata masih menemukan banyak pelanggaran aturan PSBB. Masih banyak anak-anak usia 7 hingga 15 keluar rumah tanpa menggunak masker. Masih banyaknya warga yang belum menerapkan protokol kesehatan.
Itulah ungkapan dua petugas Monev dari Bagian Organisasi Setda Kabupaten Sidoarjo, Anita Inggit Zainuris Shofa dan Linda Cristi Corolina yang telah melaporkan pelanggaran pedagang warung kopi, dimana penjualnya belum menerapkan protokol kesehatan. Tidak tersedianya tempat cuci tangan di warung dan penjualnya juga tidak memakai masker.
Menurutnya, masih kurang disiplinnya warga dalam menerapkan protokol kesehatan saat keluar rumah akan menjadi bahan evaluasi tim monev PSBB tahap tiga.
“Tim monev dari ASN yang secara khusus disebar di setiap posko check point di desa-desa , setiap hari melaporkan hasil temuannya ke Ketua Pelaksana PSBB tahap tiga yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Achmad Zaini,” ungkapnya.
Temuan terkait petugas yang berjaga di titik check point tidak memakai masker dan tidak menerapkan jaga jarak masih banyak. Penyebabnya petugas penjaga cek point ini tidak mengetahui secara detail bagaimana dan apa saja yang harus dilaksanakn saat berada di cek point.
Diharapkan dengan mengoptimalkan tenaga ASN dalam pelaksanaan monev PSBB tahap tiga ini bisa berdampak siginifikan menurunnya angka penyebaran Covid-19 di kabupaten Sidoarjo. Pasalnya, petugas yang melakukan monev secara langsung memberikan edukasi ke masyarakat.
“Petugas memberikan edukasi langsung ke masyarakat terkait penyebaran virus Covid 19, serta edukasi cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan dan mematuhi atauran PSBB tahap tiga yang berbasis desa ini,” ujar Inggit, pada (6/6) siang.
Petugas juga menekankan ke warga betapa pentingnya cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setiap saat selesai beraktivitas. “Warga kami ingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan, baik di dalam rumah maupun di luar rumah, seperti pakai masker dan jaga jarak serta membiasakan cuci tangan pakai sabun,” tegasnya.
Ia juga menemukan di check point Desa Plumbon Kecamatan Porong jumlah penjaga yang over atau melebihi kapasitas. Petugas jaga lebih dari tiga orang, bahkan ada satu check point petugasnya delapan orang. [ach]

Tags: