Anggaran KONI Kabupaten Malang Belum Cair, Bupati Malang Minta bantuan CSR

Pengurus KONI Kab Malang saat foto bersama dengan Bupati Malang HM Sanusi (tengah), di Peringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang.

Kab Malang, Bhirawa
Komite Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang kini sudah bisa bernafas lega, karena Bupati Malang telah memberikan solusi terkait bantuan anggaran untuk kegiatan KONI tersebut, yakni akan meminta bantuan kepada perusahaan agar memberikan bantuan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Karena sebelumnya, anggaran KONI sebesar Rp 9,8 miliar dipangkas sebesar Rp 70 persen, guna untuk penanganan percepatan Covid-19. Sedangkan sisa uang anggaran setelah dipotong sebesar itu, tinggal 2,9 miliar. Namun, hingga kini anggaran itu belum juga turun, sehingga hal itu menghambat program kegiatan. Sedangkan anggaran KONI tersebut mendapatkan Dana Bantuan 2020 Beban Kinerja dari APBD 2020 melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.

Ketua KONI Kabupaten Malang H Rosydin, Minggu (26/7), kepada Bhirawa membenarkan, jika Bupati Malang HM Sanusi telah memberikan solusi untuk anggaran KONI, sebelum anggaran KONI turun dari Dispora, yakni akan meminta bantuan CSR. “Dengan begitu, program kegiatan KONI akan bisa berjalan. Karena sebelum ada anggaran, kegiatan di masing-masing cabang olahraga (cabor) tidak maksimal. Apalagi, di pihaknya telah menargetkan bahwa nanti di Pekan Olahraga VII Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2022 minimal bisa masuk tiga besar,” ujarnya.

Menurutnya, yang menjadi hambatan untuk bisa mencairkan Dana Bantuan 2020 secara teknis, KONI harus ikut beban kinerja. Sehingga hal ini sulit untuk bisa menyesuaikan dengan kinerja KONI, karena Dispora menggunakan sistem beban kinerja, dan itu terhambat dengan birokrasi yang rumit. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan kegiatan, meskipun harus gali lubang tutup lubang. Hal tersebut kita lakukan agar bisa untuk memenuhi target di Proprov VII Jatim Tahun 2022.

Selain itu, kata Rosydin, Bupati Malang juga berpesan agar KONI Kabupaten Malang terus mengukir prestasi atlet, sehingga pelatih dan atlet harus bisa mencapai secara maksimal, meski di masa pandemi Covid-19 anggaran KONI dikurangi guna untuk kepentingan penanganan percepatan Covid-19 di Kabupaten Malang. Sedangkan pihaknya juga harus fokus dalam mengejar prestasi olahraga untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Malang. Sebab KONI ini dibentuk untuk membuat warga Kabupaten Malang berprestasi di dalam bidang olahraga.

“Setiap cabang olahraga di KONI ini, diharapkan dapat moncer dan berprestasi. Dan untuk anggaran akan mengikuti, bahkan nantinya akan saya minta pihak ke-tiga untuk ikut partisipasi dengan menggunakan angaran CSR perusahaan,” kata dia, saat mengutip ucapan Bupati Malang.

Meski saat ini KONI kesulitan anggaran, tegas Rosydin, pihaknya tetap semangat untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Malang. Karena hal itu sudah mendapatkan solusi untuk mendapatkan anggaran Sehingga, KONI Kabupaten Malang dapat meningkatkan kinerja, yang sebelumnya bisa maraih peringkat lima besar dalam Porprov VI Jatim menjadi peringkat tiga besar di Porprov VII Jatim 2022 mendatang. [cyn]

Tags: