Anggaran KONI Malang Dipangka

Malang, Bhirawa
Anggaran yang dikucurkan untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia dari APBD 2014 Kota Malang, Jawa Timur, dipangkas cukup signifikan, dari Rp15 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp9,6 miliar.
“Anggaran untuk pengembangan olahraga di daerah ini memang sangat minim. Mau tidak mau kami harus memaksimalkan dana yang ada untuk pembinaan berbagai cabang olahraga,” kata Wakil Ketua KONI Kota Malang Bambang DH Suyono, Jumat.
Padahal, lanjutnya, pembinaan olahraga tersebut juga termasuk atlet-atlet dari berbagai cabang olahraga yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun depan.
Mantan Sekkota Malang itu mengatakan dana sebesar Rp9,6 miliar itu digunakan untuk pembinaan atlet dari sekitar 30 cabang olahraga dan sebagian besar sebagai persiapan atlet Porprov 2015.
Namun demikian, kata Bambang, KONI akan berupaya maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Malang, meski sulit bersaing dengan Surabaya untuk menjadi juara umum, apalagi dengan kondisi keuangan yang minim.
Mengenai cabang olahraga prioritas yang diprediksi mampu mendulang medali emas di ajang Porprov 2015, Bambang mengaku masih dirumuskan. Harapannya, semua cabang olahraga berpotensi menyumbangkan medali emas, namun selama empat kali perhelatan Porprov hanya ada beberapa cabang olahraga yang potensial.
Cabang olahraga yang tetap menjadi andalan lumbung medali emas kotingen Kota Malang adalah angkat besi, balap sepeda, atletik, karate, dan bulutangkis.
Menyinggung upaya yang dilakukan KONI untuk menambah anggarannya guna meningkatkan kualitas pembinaan atlet yang dipersiapkan untuk Porprov 2015, Bambang mengatakan akan mencari sponsor dari perusahaan serta mengajukan dana tambahan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2014.
“Kami upayakan pembinaan atlet dan cabang olahraga tidak sampai terhambat karena bagaimanapun juga proses regenerasi dan prestasi harus terus bisa kita raih, apalagi Kota Malang juga banyak menyumbang atlet berskala nasional maupun internasional,” katanya.
Selama empat kali penyelenggaraan Porprov Jatim, Kota Malang selalu berada di peringkat lima besar, bahkan pada Porprov II yang digelar di Malang, kota itu berada di posisi runner up, sedangkan Surabaya belum tergeser posisinya di puncak klasemen.
Porprov I diselenggarakan di Surabaya, II di Kota Malang, III di Kediri, IV di Madiun dan Porprov V (2015) rencananya digelar di Banyuwangi. [mut.cin]

Rate this article!
Tags: