Anggaran Menipis, Usulkan Perbaikan Jembatan ke Pusat

Kondisi jembatan yang ambrol menghubungkan dengan Dusun Ngipik, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol dengan Dusun Mejasem, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. [Hilmi Husain]

Pasuruan, Bhirawa
Pemkab Pasuruan mengusulkan perbaikan jembatan yang ambrol menghubungkan dengan Dusun Ngipik, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol dengan Dusun Mejasem, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ke pemerintah pusat.
Alasannya adalah menipisnya anggaran menjadi penyebab jembatan tersebut tidak bisa diperbaiki oleh Pemkab Pasuruan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris menyatakan anggaran BTT (Biaya Tidak Terduga) Kabupaten Pasuruan tahun 2021 sudah menipis.
Total BTT tahun ini mencapai Rp 25 miliar. Sejak Januari hingga Februari lalu, total anggaran yang dikeluarkan sudah sebesar Rp 21 miliar. Berdasarkan perhitungan, kebutuhan anggaran yang harus dikeluarkan untuk perbaikan jembatan itu mencapai Rp 2 miliar. “Saat ini, sisanya sekitar Rp 4 miliaran. Sehingga perbaikan jembatan diusulkan ke pemerintah pusat,” ujar Ridwan Harris, Selasa (16/3).
Menipisnya anggaran dikarenakan ada berbagai bencana yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Mulai dari penanganan banjir, tanah longsor, hingga penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.
Usulan itu nantinya disampaikan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) usai menerima rekomendasi Gubernur Jatim. Pihaknya hanya berharap usulan pembangunan bisa segera terealiasi dalam waktu dekat.
“Sekarang ini masih di BPBD Jatim. Semoga segera mendapatkan persetujuan dan rekomendasi dari Ibu Gubernur. Apabila rekom itu sudah diterima, langsung kami kirimkan ke pusat,” papar Ridwan Harris.
Saat ini, BPBD memasang safety line atau pita pengaman dan kayu di sekitar jembatan. Pemasangan pita itu supaya tak ada warga yang mendekat ke sekitar jembatan, lantaran potensi ambles masih cukup tinggi. Termasuk pula, ia menghimbau agar tak ada lagi kegiatan penambangan pasir dan batu di sekitar jembatan.
“Kami minta supaya warga menghindari area jembatan yang rusak itu. Karena kontruksi jembatan masih berpotensi ambruk. Kegiatan penambangan pasir batu illegal disekitar jembatan harus berhenti,” ucap Ridwan Harris.
Sekadar diketahui, jembatan penghubung kecamatan di Kabupaten Pasuruan, tepatnya menghubungkan Dusun Ngipik, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol dengan Dusun Mejasem, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan ambrol.
Ambrolnya jembatan sepanjang 22 meter dengan lebar 4,5 meter itu patah di bagian tengah akibat diterjang banjir dari luapan Sungai Kaliputih, pasca hujan deras seharian. Atas kejadian itu, akses warga terputus, sehingga mereka harus memutar sejauh 7 kilometer. [hil]

Tags: