Anggota Dewan Desak Pemerinrah Kabupaten Malang Tambah Anggaran KONI

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang M Saiful Efendi.(cahyono/Bhirawa).

Kab Malang, Bhirawa.
Komite Olahraga Masional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang yang terancam tidak bisa mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur (Jatim) 2022 mendatang, karena anggaran untuk memberangkatkan atlet sangat minim. Hal ini mendapatkan respon dari Anggota DPRD Kabupaten Malang. Sedangkan anggota dewan tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk menambah anggaran KONI yang diperuntukkan mengikuti event olahraga Porprov Jatim.

Menurut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang M Saiful Efendi, Kamis (25/11), kepada wartawan, kegiatan Porprov VII Jatim 2022 itu merupakan ajang prestasi olahraga. Sehingga Kabupaten Malang ini harus tetap mengikuti ajang olahraga tersebut. Sebab, Kabupaten Malang ini sebagai salah satu daerah di Jatim sebagai gudangnya atlet. Dan atlet kabupaten ini sudah banyak menunjukkan prestasi yang tidak hanya di berprestasi ditingkat daerah dan nasional saja, tapi juga tingkat internasional.

Ironis sekali, kata dia, ketika Kabupaten Malang terancam tidak mampu mengikuti ajang Porprov VII Jatim, yang dikarenakan tidak memiliki anggaran. Padahal, atelit Kabupaten Malang telah mengukir prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021, dari 45 atlet yang dikirim, 38 atlet meraih medali, baik itu emas, perak maupun perunggu, yang mana telah mengantarkan Jatim masuk juara tiga. Selain itu, pada Porprov VI Jatim, Kabupaten Malang masuk juara lima besar.
“Seharusnya, bagaimana Pemkab Malang bisa mempertahankan prestasi atlet Kabupaten Malang, yang tentunya harus memberikan perhatian,” ujarnya.

Kami selaku wakil rakyat, tegas Saiful, sangat memberikan perhatian pada olahraga. Karena Kabupaten Malang merupakan gudangnya atlet yang berprestasi, dan jika pada Porprov VII Jatim tidak ikut dalam kejuaraan tersebut, maka akan menjadi preseden buruk bagi Kabupaten Malang. Oleh karena itu, dirinya mendesak Pemkab Malang untuk memberikan tambahan anggaran KONI. “Sebab, untuk mendapatkan prestasi, tidak hanya mengandalkan kemampuan atlet, tapi juga harus didukung anggaran yang cukup.

“Anggaran untuk atlet itu, nantinya untuk pembinaan atlet dan pemberian bonus bagi atlet yang berprestasi dalam memperoleh medali. Dan kami berharap pada tahun 2022 mendatang Pandemi Covid-19 sudah tidak ada lagi, serta tidak ada lagi refocusing atau pemotongan anggaran,” uacapnya.

Dari berita sebelumnya, anggara KONI Kabupaten Malang pada tahun 2021 ini hanya menerima Rp 1,9 miliar dan ada tambahan Rp 300 juta yang bersumber dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021. Sedangkan anggaran yang diperoleh KONI Kabupaten Malang saat ini melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang melekat pada  Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) Kabupaten Malang. 

“Idealnya anggaran untuk mengikuti ajang Porprov VII Jatim 2022 itu sebesar Rp 13,5 miliar. Dan jika anggaran tidak sampai sebesar itu, maka KONI Kabupaten Malang tidak berani memberangkatkan atlet di ajang Porprov VII Jatim mendatang,” tegas Ketua KONI Kabupaten Malang H Rosydin. (cyn).
 
 

Tags: