Anggota DPR RI Sikapi Wacana Penghapusan Tenaga Honorer

Anggota DPR RI, H Aminurrohkman saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Ke V masa Persidangan I Tahun 2022/2023, berkolaborasi dengan PC Pergunu di Kota Pasuruan. [Hilmi Husain]

Pasuruan, Bhirawa
Wacana penghapusan tenaga honorer oleh pemerintah pusat tahun 2023 mendatang akhirnya disikapi anggota DPR RI, H Aminurrohkman. Menurutnya pemerintah harus mencarikan solusi. Solusi yang dimaksud adalah data yang pakem sehingga ke depannya tidak menimbulkan masalah.
Wacana penghapusan tenaga honorer oleh pemerintah pusat tahun 2023 mendatang disikapi anggota DPR RI, H Aminurrohkman. Ia meminta pemerintah harus mencarikan solusi dengan menggunakan data yang pakem, sehingga ke depannya tidak menimbulkan masalah.
“Tentunya kami siap mendukung semua keputusan pemerintah. Tapi, semua harus di kongkritkan terlebih dahulu dengan membuat komitmen bersama dan mencarikan solusi terkait wacana itu. Dan yang harus digaris bawahi, semua bisa dilakukan dengan data yang statis (data yang tak berubah) agar bisa mendapatkan solusi. Bukannya menyisahkan masalah untuk ke depannya,” ujar H Aminurrohkman disela-sela sambutannya di acara sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Ke V masa Persidangan I Tahun 2022/2023, yang berkolaborasi dengan PC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Pasuruan, Selasa (27/9).
Pihaknya juga memberikan komentar terkait adanya regulasi pengangkatan tenaga honorer menjadi bagian dari P3K nantinya. Tentunya tidak merugikan masyarakat. “Ketentuan normatifnya sudah, tapi implementasinya terkadang tidak konsisten. Saat, menjadi bebannya APBD atau di cover oleh APBN, ternyata masih ada kesimpang siuran terkait permasalah ini,” tegas Aminurrohkman.
Pihaknya menambahkan Komisi II DPR RI berharap agar pemerintah bisa mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dari berbagai aspek secara momprehensif. Selama itu tidak merugikan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dilaksanakan di Kota Pasuruan dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota PC Pergunu Kota Pasuruan. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota dari PC Pergunu Kota Pasuruan untuk menjadi inisiator dalam mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan. Yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Yang merupakan norma dan dasar dari RI (Republik Indonesial).
“Kita mengajak semua, mulai dari jajaran pengurus dan anggota dari Pergunu untuk menjadi inisiator yang menyuburkan kembali nilai-nilai serta norma dari 4 Pilar Kebangsaan,” tambah Aminurrohkman.
Disela-sela acara yang diputarkan tersebut sebuah film pendek menjadi salah satu penyebab terkikisnya nilai-nilai serta norma dari 4 Pilar Kebangsaan. Yakni, dengan kemajuan teknologi sehingga hilangnya rasa kepedulian terhadap sesama, karena kecanduan handphone.
“Saya mengajak semua agar bisa menanamkan nilai-nilai serta norma 4 Pilar Kebangsaan kepada anak didik yang menjadi penerus bangsa. Tentunya, 4 pilar Kebangsaan bukan sebagai teori, tapi bisa menjadi dasar norma yang bisa dilakukan dalam bersosialisasi di masyarakat,” kata Aminurrohkman. [hil.wwn]

Tags: